BBM Langka
Transportasi Pulau Sabu Lumpuh
Jumat, 11 Agu 2006 13:10 WIB
Kupang - Kelangkaan BBM jenis premium, solar dan minyak tanah melanda Pulau Sabu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Transportasi pun lumpuh total. Kelangkaan ini dipicu macetnya distribusi dari Depot Pertamina Kupang. Hal itu terjadi setelah adanya imbauan BMG agar semua armada pelayaran menghentikan sementara aktifitasnya menyusul gelombang laut di sekitar laut Sawu dan perairan NTT mencapai 3-4 meter dalam sepekan terakhir.Bupati Kupang, Agustinus Medah, yang dihubungi di Kupang, Jumat (11/8/2006) mengatakan, kelangkaan itu mengakibatkan transportasi darat di lima kecamatan di wilayah itu lumpuh total. "Semua kendaraan yang menggunakan premium berhenti beroperasi," kata Medah.Menurutnya, distribusi BBM ke Pulau Sabu mengalami kemacetan, setelah KM Timau yang mengangkut premium, solar dan minyak tanah enggan berlayar karena cuaca yang buruk."Sesuai laporan dari staf dilapangan bahwa solar dan minyak tanah masih mencukupi meskipun stok yang ada terus menipis," lanjutnya.Sementara Kepala Pertamina Cabang Kupang Unit Pemasaran V, Lumban Gaol, dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan 60 kiloliter premium, 45 kiloliter solar dan 25 kiloliter minyak tanah. BBM itu akan disuplai ke Pulau Sabu, apabila kondisi gelombang laut sudah normal. "Kelangkaan bukan karena disengajakan tetapi karena kondisi alam yang tidak bersahabat. Tinggi gelombang laut mencapai tiga hingga empat meter sehingga kurang aman bagi pelayaran kapal kecil," katanya.Badan Meteorologi dan Geofisika El Tari Kupang, memperingatkan warga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang pasang di Selatan Pulau Timor, Sabu, Rote dan Flores, setelah terjadinya tekanan udara rendah. Hal itu diakibatkan oleh posisi matahari yang masih berada di bagian utara. "Gelombang laut dan angin kencang baru akan normal pada September mendatang," ujarnya.
(qom/)











































