Pertamina Teruskan Proyek Pipanisasi Gas Semarang-Gresik
Jumat, 11 Agu 2006 15:20 WIB
Jakarta - Pertamina optimistis dapat meneruskan proyek pembangunan pipa transmisi gas Semarang-Gresik. Waktu dua bulan diperkirakan cukup untuk mengupayakan kerjasama pemanfaatan lahan dengan PT Kereta Api (KA)."Kami kan diberi waktu dua bulan. Kami sedang evaluasi. Kita lihat saja nanti. Tapi kami tetap di situ," kata Dirut PT Pertamina Ari Soemarno kepada wartawan ketika ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Jumat (11/82006).Sebelumnya Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) menyatakan, tidak akan memenuhi permintaan Pertamina untuk negosiasi ulang tarif transmisi gas pipa Semarang-Gresik.Ketika itu Kepala BPH Migas Tubagus Haryono mengatakan, pihaknya hanya bisa memberi waktu 2 bulan sesuai permintaan Pertamina. Diharapkan upaya tersebut berhasil sehingga biaya investasi pembangunan pipa gas Semarang-Gresik tidak jadi membengkak. "Kalau mereka tidak bisa menggaet PT KA maka skim investasi akan berubah dan itu mengakibatkan investasi mereka lebih mahal," ujarnya.Tubagus mengatakan, bila dalam waktu dua bulan Pertamina gagal membangun kerjasama, maka hanya ada dua pilihan. Pertama, Pertamina tetap meneruskan proyek pembangunan pipa dengan tarif yang ditawarkan pada saat lelang. Kedua, Pertamina mundur dari proyek tersebut."Eskalasi (kenaikan) harga sangat tidak mungkin karena melanggar aturan, melanggar hukum. Kalau dikabulkan kapan-kapan ada orang yang menawar 1 sen dolar, setelah menang dia minta eskalasi, kacau nanti," ujarnya.Tubagus menerangkan, perubahan harga hanya dimungkinkan bila proyek telah selesai dan beroperasi. Namun, itu pun tidak mudah karena harus memenuhi berbagai persyaratan.Dia menyatakan, telah mendapat kepastian bahwa Pertamina tidak akan mundur dari proyek pipa transmisi gas Semarang Gresik. Oleh sebab itu, perusahaan itu akan mengusahakan untuk menekan pembengkakan biaya investasi.Lebih lanjut Tubagus menegaskan, apabila Pertamina kemudian memutuskan untuk mundur, BPH Migas akan melakukan lelang ulang, atau menyerahkan proyek ke penawar terbaik kedua. Kedua langkah tersebut masing-masing memiliki hambatan."Tender (lelang) ulang pasti mengakibatkan waktu terganggu, jadi lebih lama lagi selesainya. Sedangkan kalau diberikan ke pemenang kedua, hanya bisa dilakukan ketika masih menjadi calon," tuturnya.Berdasarkan hasil lelang pada 21 Maret 2006, anak perusahaan Pertamina, Pertamina EP, ditetapkan sebagai pemenang lelang hak khusus transmisi gas Semarang-Gresik. Ketika itu Pertamina mengajukan tarif US$ 0,25 per mmbtu dengan investasi sekitar US$ 179 juta. Penawar terbaik kedua adalah PT Rekayasa Industri dengan tarif US$ 0,41 per mmbtu disusul PT Bakrie & Brothers sebagai penawar terbaik ketiga dengan tarif US$ 0,36 per mmbtu.
(ir/)











































