Pak Jokowi, Harga Beras Masih Mahal Padahal Bulog Guyur 186.000 Ton

ADVERTISEMENT

Pak Jokowi, Harga Beras Masih Mahal Padahal Bulog Guyur 186.000 Ton

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 03 Feb 2023 07:15 WIB
Sejumlah pekerja menangkut beras di kawasan Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (31/1/2023). Perlu diketahui harg seluruh jenis beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta saat ini tergolong tinggi. Selain itu, stok beras berkurang signifikan.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Harga beras belum kunjung turun hingga saat ini. Meskipun Perum Bulog telah melakukan upaya dengan menyebar beras untuk operasi pasar sebanyak 186.000 ton sejak awal 2023.

Untuk diketahui, operasi pasar ini masuk dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program tersebut merupakan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menekan harga beras yang tengah tinggi.

"Untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir, karena Bulog menjamin ketersediaan beras di masyarakat dengan harga terjangkau walau di pasaran ada sedikit kenaikan harga," kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, dalam konferensi pers di Kantor Perum Bulog, Jakarta Selatan, Kamis (2/2/2023).

Pihaknya juga mengaku telah mengeluarkan instruksi ke seluruh jajaran bahwa program SPHP harus berjalan lancar sampai dengan stabilnya harga beras. Untuk Pasar Induk Beras Cipinang akan digelontorkan operasi pasar dari 10.000 ton, agar pasokan di pasar tersebut mencapai 30.000 ton.

"Operasi Pasar ini berlangsung secara nonstop sejak tahun lalu hingga saat ini sebagai upaya meredam gejolak harga yang diakibatkan kurangnya pasokan di pasar dan masyarakat. Khusus untuk Pasar Induk Beras Cipinang akan kami top up operasi pasar ini dari 13 ribu menjadi 30 ribu ton dengan memperhatikan downline-downline-nya supaya tidak terjadi penyimpangan" lanjutnya.

Buwas juga mengaku memperluas operasi pasar beras dengan melibatkan penjualan ke ritel-ritel modern. Untuk harga di ritel juga sama seperti harga eceran tertinggi yakni Rp 9.450/kg.

"Kami pantau secara terus menerus situasi sekarang ini dan kami akan terus membanjiri pasar dengan kekuatan stok CBP saat ini di mana sudah ada tambahan dari beras impor. Selain itu juga Penyaluran Operasi Pasar ini kami libatkan semua jaringan baik distributor, eceran, ritel modern dan jaringan Rumah Pangan Kita," katanya.

Saat ini jumlah stok yang dikuasai Bulog saat ini 594 ribu ton termasuk sisa beras impor yang sedang dalam perjalanan. Jumlah ini sangat cukup untuk membanjiri pasar sampai dengan panen raya yang akan berlangsung sebentar lagi.

Sementara beras impor yang sudah masuk disebut sebanyak 300.000 ton. Sisa 200.000 ton ada di pelabuhan, belum dibongkar muat karena terkendala cuaca. Meski demikian, Buwas berjanji beras impor akan masuk terakhir 15 Februari 2023 ini.

Setelah semua beras impor masuk, Buwas juga telah diarahkan oleh Jokowi untuk menghabiskan stok yang ada sekarang sehingga Maret. Hal tersebut dilakukan agar Bulog bisa menyerap beras petani secara maksimal. Targetnya Bulog bisa menyerap hingga 2,4 juta ton.

"Kami tidak khawatir terkait ketersediaan stok karena sebentar lagi kita akan memasuki panen raya, jadi dihabiskan pun stok di gudang untuk operasi pasar tidak akan menjadi masalah karena sebentar lagi akan terisi kembali dengan panen dalam negeri", tambah Buwas.

Pada saat panen raya Bulog bisa menyerap setidaknya 70% dari rencana pengadaan gabah beras tahun 2023 ini dan kemudian sisanya 30% diharapkan dapat dipenuhi saat panen gadu.

Berdasarkan catatan Panel Harga Badan Pangan Nasional pada Kamis (2/2/2023), beras medium naik 1,13% jadi Rp 13.420/kg, beras premium naik 0,17 jadi Rp11.660/ kg. Padahal untuk HET beraa medium sendiri Rp 9.450/kg.

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mengeluarkan data yang menunjukkan harga beras semakin mahal. Baca di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT