3 Negara OPEC Tak Penuhi Kuota

3 Negara OPEC Tak Penuhi Kuota

- detikFinance
Sabtu, 12 Agu 2006 11:12 WIB
Jakarta - Sebanyak tiga negara anggota OPEC tidak mampu memenuhi kuota yakni Venezuela, Indonesia dan Nigeria. Sedangkan negara yang memiliki kelebihan produksi hanya Arab Saudi yakni sebenyak 1 juta barel per hari.Hal itu menyebabkan suplai minyak di dunia sangat ketat. Normalnya, ada kapasitas berlebih atau spare capacity dunia sebesar 5 juta barel per hari. Namun yang terjadi saat ini, spare capacity hanya 1 juta. Ditambah berbagai kasus geopolitik seperti masalah nuklir Iran dan serangan Israel ke Libanon, maka tak heran jika harga minyak dunia kini terus membubung tinggi."Tanpa ada kasus seperti itu, harga minyak akan terus naik karena demand yang naik," jelas pengamat perminyakan Kurtubi yang ditemui disela-sela pelantikan anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (11/8/2006) malam.Kurtubi menjelaskan, perminyakan minyak yang sangat tinggi terutama datang dari Cina yang kini tengah mencatat pertumbuhan ekonomi yang cukup fantastis. Dan disusul India yang kini juga menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia yang baru."Di Cina terjadi booming mobil dimana terjadi lonjakan jumlah kendaraan dan jalanan yang semakin bertambah panjang. Demand Cina bertambah 500 ribu barel per harinya menjadi sekitar 7 juta barel per harinya. Disusul India yang menjadi mecapai 2,5-3 juta barel per hari," urai Kurtubi. Kurtubi mengungkapkan, permintaan minyak saat ini sudah mencapai 85 juta barel per hari (bph), dari triwulan sebelumnya yang hanya 84 juta bph. Permintaan itu diprediksi akan terus meningkat menjelang triwulan keempat saat memasuki musim dingin. Permintaan di triwulan keempat diprediksi Kurtubi mencapai 86 juta bph. "Dari sisi suplai, semua negara para produsen minyak non OPEC sudah berproduksi pada kapasitas maksimal. Di negara OPEC semua sudah berproduksi pada kapasitas maksimal bahkan ada 3 negara yang tidak mampu memenuhi kuota, yaitu Venezuela, Indonesia dan Nigeria," jelas Kurtubi. Harga minyak saat ini masih terus bercokol di atas level US$ 70 per barel. Bahkan pada pekan ini, harga minyak sempat mendekati level puncak setelah BP mengalami gangguan jaringan pipa yang memaksa perusahaan minyak terbesar kedua di dunia itu menghentikan sementara produksinya di Alaska.Namun di akhir pekan ini, harga minyak akhirnya berhasil pulih dan ditutup pada US$ 74,35 dolar untuk jenis light. Sementara minyak jenis Brent ditutup pad aUS$ 75,63 per barel. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads