Bappenas Relokasi Proyek Senilai US$ 250 Juta
Senin, 14 Agu 2006 11:40 WIB
Jakarta -
Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) telah merelokasi pinjaman luar negeri senilai US$ 250 juta yang akan digunakan untuk sejumlah proyek pada tahun 2006. Relokasi itu dikarenakan proyek-proyek tersebut belum siap dari sisi pembebasan tanah."Pinjaman luar negeri yang tidak diimplementasikan akan direlokasi. Sekarang kan saya sudah potong US$ 250 juta. Yang sudah tidak terserap itu saya potong US$ 250 juta, saya kembalikan," ujar Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta. Ia menyampaikan hal tersebut usai menjadi pembicara dalam seminar ekonomi di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (14/8/2006). Namun Paskah menegaskan bahwa penundaan itu sama sekali tidak terkait dengan kasus korupsi atas proyek-proyek tersebut.Hingga saat ini, total outstanding utang Indonesia mencapai US$ 67 miliar, dan yang sedang berjalan pada tahun 2006 mencapai US$ 15 miliar. Sementara pemerintah tidak akan mengalihkan proyek yang tidak bisa terserap pada tahun ini ke 2007. Proyek kementerian atau lembaga yang tidak bisa dilaksanakan pada tahun ini akan dipotong sehingga mereka harus menyusun ulang proyek itu tahun 2007."Penyerapan pemerintah akan lebih fokus. Yang tidak bisa diselesaikan pada tahun 2006 ini tidak menjadi carry over, tapi akan kita potong untuk menutup defisit karena subsidi," kata Paskah.Menurutnya, besaran anggaran kementerian/lembaga yang tidak terserap diperkirakan mencapai Rp 7,6 triliun. Namun angka itu akan terus di-update pada kuartal III sehingga yang tidak bisa ditangani akan dipotong.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































