Samsung dan 5 Perusahaan Asing Minati Investasi Biofuel

Samsung dan 5 Perusahaan Asing Minati Investasi Biofuel

- detikFinance
Senin, 14 Agu 2006 13:51 WIB
Jakarta - Perusahaan raksasa internasional mulai melirik investasi bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel yang dikembangkan pemerintah.Dari sejumlah perusahaan asing yang sedang melakukan penjajakan tersebut, Samsung dari Korea yang sudah memastikan untuk menerjuni bisnis ini.Perusahaan asing lain yang sedang melakukan studi kelayakan adalah Itochu, Mitsui, Petrogras dari Jepang.Green Energy dari India dan satu BUMN Cina yang sudah go public. Terdapat pula pengusaha dari Genting Barat Malaysia yang timnya akan datang Rabu 16 Agustus 2006."Jepang masih kita tunggu, ada dari Itochu, Mitsui, Petrogras yang akan datang ke Indonesia. Tadi dari Samsung menyatakan mau investasi mulai kebun sampai industri sekitar 200 ribu hektar, terutama untuk jatropha (jarak) dan tebu," kata Ketua Tim Nasional Pengembangan BBN, Al Hilal Hamdi.Hal itu disampaikan Hilal yang juga Komisaris Utama (Komut) PLN di sela-sela acara seminar pengembangan BBN, di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Senin (14/8/2006).Namun investasi dari perusahaan asing tersebut belum bisa dihitung. Yang jelas, ungkap Hilal, untuk investasi jatropha membutuhkan sekitar US$ 5 juta per hektar.Pemerintah menyarankan untuk pengembangan jatropha di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sedangkan tebu di wilayah Sulawesi dan Papua."Tapi semua masih dalam proses, mereka masih susun plan. Kalau Samsung rencananya akan mengajak mitra lokal seperti BUMN agro, BUMD dan swasta lokal. Green Energy saat ini di Lampung menuju NTT," jelas Hilal.Menurut Hilal, saat ini lahan kritis di Indonesia yang boleh dikonversi untuk pengembangan BBN dan masih terlantar mencapai 20 juta hektar. Namun yang akan dipakai hanya 5 juta hektar lahan kritis yang tersebar mulai dari Aceh hingga Papua.Sedangkan realisasi pembangunannya diharapkan bisa dilakukan pada tahun 2007. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads