Krisis BBM NTT Kian Parah, PLN Terpaksa Matikan Listrik

Krisis BBM NTT Kian Parah, PLN Terpaksa Matikan Listrik

- detikFinance
Selasa, 15 Agu 2006 13:04 WIB
Kupang - Krisis BBM di Nusa Tenggara Timur (NTT) makin parah. Akibat kehabisan BBM, PLM pun terpaksa mematikan listrik di Kabupaten Rote Ndao. Pemadaman total sudah dilakukan sejak dua hari terakhir. Kehabisan stok solar terjadi menyusul adanya imbauan Administrator Pelabuhan Laut Tenau Kupang yang melarang semua armada laut menghentikan sementara pelayaran termasuk perahu-perahu pengangkut BBM. Larangan berlayar diberlakukan setelah BMG mengeluarkan peringatan adanya ancaman badai akibat tinggi gelombang yang mencapai empat meter dan kecepatan angin 40 knot per jam di perairan NTT serta bagian selatan Pulau Timor, Rote, Sabu, Sumba dan Flores.Di Pulau Sabu, Kabupaten Kupang, krisis BBM dilaporkan sampai pada fase sangat meresahkan. Transportasi darat diwilayah itu lumpuh total dan semua aktifitas warga terpaksa dilakukan dengan berjalan kaki karena kehabisan premium dan solar. "Masyarakat harus berjalan kaki puluhan kilometer. Para pegawai dan pelajar malas beraktifitas karena sebagian besar sarana transportasi berhenti beroperasi," kata Martinus Doko, warga Sabu Seba, yang dihubungi detikcom per telpon, Selasa (15/8/2006). Pemadaman listrik di wilayah Kabupaten Rote Ndao, dibenarkan Deputi Manajer Komunikasi dan Hukum PT. PLN Kantor Wilayah NTT, Buce Lioe di Kupang, Selasa (15/8). "Pemadaman dilakukan karena PLN mengalami krisis BBM. Tidak ada pelayaran ke Rote. Sejak Minggu lalu, kami terpaksa memadamkan secara total listrik di kabupaten itu. Kami sudah menyampaikan permohonan agar perahu pengangkut BBM diizinkan berlayar, tetapi dilarang administrator pelabuhan dengan alasan cuaca buruk," jelas Buce.Pejabat Administrator Pelabuhan Kupang, Piter Fina, yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya tidak menginjinkan armada kecil berlayar dengan pertimbangan keselamatan pelayaran. "Kita bisa izinkan untuk mengangkut BBM menggunakan kapal feri asalkan tidak membawa penumpang. Karena sesuai aturan pelayaran, kapal penumpang tidak diperkenankan membawa BBM saat berlayar," katanya. Menurutnya, administrator pelabuhan dapat mengizinkan kapal feri mengangkut BBM untuk mengatasi krisis listrik dan BBM di pulau Rote dan Sabu, tetapi harus ada kesekatan bersama antara pemerintah, PLN, Pertamina dan pihak terkait lainnya. "Larangan itu atas pertimbangan keamanan," tegasnya. Kepala Cabang Pertamina Kupang Unit Pemasaran V, Lumban Gaol, yang dikonfirmasi sebelumnya mengakui adanya kelangkaan BBM di pulau Rote dan Sabu. "Kapal pengangkut BBM batal berangkat karena masalah cuaca," katanya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads