Pertumbuhan Ekonomi 6,3% 2007
Rabu, 16 Agu 2006 11:11 WIB
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2007 diperkirakan mencapai 6,3 persen pada tahun 2007. Angka yang diajukan pemerintah itu berarti lebih baik ketimbang perkiraan capaian pada tahun 2006 yang sebesar 5,8 persen. Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dan Nota Keuangan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2006).Asumsi APBN 2007 lainnya adalah tingkat inflasi 6,5 persen, suku bunga SBI 3 bulan 8,5 persen, nilai tukar rupiah 9.300 per dolar AS, harga minyak US$ 65 per barel dan lifting minyak sebesar 1 juta barel per hari. Presiden menjelaskan, asumsi dasar APBN 2007 itu adalah dengan mempertimbangkan perkembangan lingkungan ekonomi domestik dan internasional, serta tujuan nasional yang ingin dicapai pemerintah. Mengenai capaian APBN 2006, Presiden optimistis inflasi sebesar 8 persen dapat dicapai. "Meskipun kinerja ekonomi makro menunjukkan perbaikan yang signifikan, pemerintah sepenuhnya menyadari bahwa upaya peningkatan kesejahteraan rakyat masih belum mencapai tingkat yang diharapkan," jelas Presiden. Pemerintah mengakui bahwa pada tahun 2006 menghadapi dimensi permasalahan yang sangat kompleks. Namun angka pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2006 sudah mulai pulih.Pada tahun 2005, pertumbuhan ekonomi mencapai angka mencapai 5,6 persen, meskipun sebelumnya pemerintah berharap mencapai 6 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi dalam triwulan I-2006 tercatat sebesar 4,7 persen. Dalam triwulan II, pertumbuhan ekonomi menunjukkan gejala meningkat dan tercatat sebsar 5,2 persen. "Perbaikan pertumbuhan ekonomi di triwulan II kita harapkan sebagai pertanda awal dari konsolidasi dan perkuatan kegiatan ekonomi yang akan makin mantap pada semester II 2006 sehingga terbangun fundamental yang lebih kokoh sebagai percepatan pembangunan," jelas Presiden.
(qom/)











































