BBM dan Listrik 2007 Tidak Naik
Rabu, 16 Agu 2006 15:15 WIB
Jakarta - Pemerintah berjanji tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL) pada tahun 2007 nanti. Konsekuensinya adalah dengan menambah subsidi.Pemerintah melihat daya beli masyarakat masih rendah, sehingga tidak akan membenani lagi dengan kenaikan BBM dan TDL."Karenannya, pemerintah menambah anggaran subsidi BBM dan TDL tahun depan," kata Menteri Koordinator Perekonomian Boediono.Hal itu diungkapkan Boediono, usai mengikuti Pidato Kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di depan Sidang Paripurna DPR, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2006).Dalam pidato kenegaraan serta keterangan pemerintah atas RUU APBN 2007 beserta nota keuangannya, disebutkan pemerintah masih tetap menyediakan subsidi BBM dan listrik.Alokasi subsidi BBM Rp 68,6 triliun dan listrik Rp 25,8 triliun. Perhitungan subsidi itu dengan harga minyak US$ 65 per barel dan kurs Rp 9.300 per dolar AS.Sementara Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan, pemerintah tidak ingin membenani masyarakat yang daya belinya belum sepenuhnya pulih sehingga memperbesar subsidi."Angka subsidi itu dengan asumsi harga minyak US$ 65 per barel. Artinya, kalau harga minyak naik tentunya dihitung lagi. Tapi, kita optimis kecenderungan harga minyak akan menurun," katanya.Boediono menambahkan, angka subsidi BBM itu sudah memasukkan program konversi minyak tanah ke elpiji. "Namun tidak termasuk buat kebutuhan subsidi harga elpiji. Pemerintah menyediakan pos anggaran buat subsidi kompor dan tabung," katanya.Menurut dia, harga jual elpiji sesuai harga dari Pertamina yakni Rp 4.250 per kilogram (kg). Sebelumnya, pihak Pertamina mengatakan, dengan harga elpiji Rp4.250 per kg maka BUMN itu harus memberikan subsidi hingga di atas Rp 2.000 per kg, mengingat harga di pasar internasional telah mencapai Rp 6.500 per kg.
(ir/)











































