Wapres Kalla Sindir Ekonom
Jumat, 18 Agu 2006 15:36 WIB
Jakarta -
Wakil Presiden Jusuf Kalla ternyata pandai menyindir juga. Dia mengaku iba dan prihatin terhadap para ekonom yang menertawakan dan pesimistis terhadap paparan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang disampaikan Presiden SBY. "Saya ikut prihatin, saya kasihan sekali sama ekonom, yang tidak mau mendengar berita baik," kata Kalla sambil balik menertawai para ekonom, dalam keterangan pers di kediaman dinasnya, Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (18/8/2006). Kalla menyindir para ekonom terkait tanggapan mereka terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi yang disampaikan Presiden SBY dalam pidato kenegaraan di depan DPR pada Rabu (16/8/2006) lalu. Sejumlah ekonom menilai proyeksi pemerintah terlalu muluk dan tidak sesuai fakta. Menurut Kalla, semua materi yang dipaparkan Presiden SBY didasarkan pada data-data yang disampaikan oleh departemen teknis, BPS, dan lembaga terkait lainnya. "Tidak benar bahwa data yang digunakan adalah data kadaluwarsa, yang disusun pada era pemerintahan sebelumnya," tegas dia. Menanggapi tudingan bahwa pemerintah telah memark-up pengurangan jumlah orang miskin, Kalla justru mempertanyakan logika para ekonom yang mempersoalkan hal tersebut. "Pertumbuhan kita kan mendekati 6 persen. Otomatis, kemiskinan turun. Tidak mungkin terjadi sebaliknya, pertumbuhan baik, kemiskinan naik. Yang benar saja. Logikanya ada di mana itu," sindir Kalla. Pada bagian lain, Kalla juga menyerang para ekonom yang pesimistis terhadap pemerintah. "Sayang sekali ya banyak pengamat (mengatakan) kalau ekonomi kita jelek. Senang sekali mereka kalau banyak orang miskin, senang sekali kalau inflasi tinggi. Begitu ada perbaikan sedikit, langsung gelagapan," tutur dia.
(asy/)










































