Impor Daging Jeroan akan Dilarang
Selasa, 22 Agu 2006 15:57 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia berencana melarang impor jeroan (meat offal) yang selama ini masuk bersamaan dengan impor daging sapi dari Australia dan New Zealand.Padahal di negara tersebut jeroan bukan untuk makanan manusia tapi justru masuk kategori limbah.Pelarangan ini karena alasan kesehatan dan kehalalan. Selama ini Indonesia mengimpor jeroan dalam bentuk hati dan jantung sebesar 50 ribu ton per tahun."Pada dasarnya pelarangan nantinya untuk seluruh negara tapi selama ini kita impor dari New Zealand dan Australia dengan alasan negara ini terbebas penyakit mulut dan kuku (PMK)," kata Dirjen Peternakan Departemen Pertanian, Mathur Riady, di Jakarta (22/8/2006). Keputusan pelarangan jeroan itu akan keluar setelah Menteri Pertanianmenandatangani draftnya, yang selanjutnya akan dinotifikasi dan disampaikan ke dunia internasional.Menurut Mathur, impor yang diharapkan Indonesia adalah hanya untuk daging, namun saat ini impor jeroan berkembang menjadi sangat banyak sehingga perlu dibatasi."Ini akan disampaikan ke dunia internasional agar merespons dan mereka bisa membela diri," ujar Mathur.Sebelumnya dalam data perdagangan Indonesia-Australia, KBRI di Australia mencatat ekspor jeroan dari Austrlia sebanyak US$ 46,6 juta atau 8 ribu ton ke Indonesia.Data ini menunjukan bahwa setiap tahunnya penduduk Indonesia cukup banyak mengkonsumsi jeroan impor dari Australia.
(ir/)











































