3 Investasi Berprospek di Indonesia
Rabu, 23 Agu 2006 15:01 WIB
Jakarta - Usaha KADIN untuk merangkul pengusaha Malaysia yang tergabung dalam Kuala Lumpur Business Club (KLBC) tampaknya tidak sia-sia tak sia-sia. Ada tiga sektor di Indonesia yang dinilai sangat berprospek di mata para investor Malaysia itu."Menurut kami ada tiga area utama yang mempunyai prospek di Indonesia yakni infrastruktur, natural resources yang didalamnya ada palm oil dan energi serta consumer goods. Tiga sektor ini yang pergerakannya diprediksi akan cepat," kata Dato Dr Mohd Munir Majid.Presiden Kuala Lumpur Business Club (KLBC) ini menyampaikan hal tersebut saat mengadakan jamuan makan malam dengan Kadin di hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (22/8/2006) malam. Namun menurut Munir, masih ada beberapa masalah yang akan menghadang yakni ketidakpastian dalam hal administrasi yang sudah berlangsung sejak lama. Sementara Kepala BKPM M Luthfi mengatakan, salah satu hal yang menjadikan Indonesia menarik di mata investor adalah jumlah penduduk yang besar. "Makanya consumer goods seperti industri makanan dan farmasi itu tinggi," ujarnya. Untuk itu, lanjut Lutfhi, perlu ada upaya untuk mendorong terus konsumsi. Salah satunya adalah penurunan suku bunga. Luthfi menambahkan, Malaysia adalah investor kedua terbesar Indonesia dengan realisasi investasi pada semester I-2006 mencapai US$ 334 juta. Total rencana investasi Malaysia di Indonesia selama tahun 2006 sendiri mencapai US$ 700 juta.Khusus untuk KLBC, Lutfhi mengatakan bahwa mereka umumnya adalah investor yang sudah lama menanamkan dananya di Indonesia seperti Sime Darby Berhard, Telekom Malaysia, Khazanah Malaysia Berhard."Mereka adalah investor yang sudah perform di Indonesia. Sekarang mereka mau melihat kedepannya bagaimana masalah investasi mereka dan pembesarannya," tegasnya.Para investor itu, lanjut Lutfhi, mempertanyakan sejumlah masalah seperti birokrasi dan perizinan. "Misalnya XL (Telekom) tanya boleh tidak mereka masuk adalam industri gateway telepon jarak jauh. kita bilang kita lihat dulu, bayangkan kalau misalnya harganya jadi dua kali lipat," katanya. Malaysia Getol BerpromosiAjang pertemuan antara pengusaha Indonesia dan Malaysia itu sendiri menjadi salah satu ajang promosi bagi KLBC. Tak mau kalah, Malaysia pun mempromosikan wilayahnya kepada para investor Indonesia. "Dengan growth 11 persen, kita perlu succesfully entrepreneurship untuk melihat kesempatan berusaha di Malaysia." kata Dato Sri Dr. Mohd Effendi Norwawi. Tak lupa, Effendi juga mempromosikan sejumlah sektor investasi yang menarik di Malaysia. "Diantaranya yang punya great deal opportunity adalah new services sector dan manufaktur. Sekarang kesempatan terbuka. Kita undang teman-teman Indonesia untuk datang," ungkapnya. Menko Perekonomian Boediono juga tak mau kalah meyakinkan soal kepastian berusaha di Indonesia. "Saya berharap dengan event ini dapat meningkatkan kepercayaan pebisnis Malaysia, Kami sangat welcome karena Malaysia bukan hanya tetangga sebelah tapi kita punya kebudayaan yang kuat. Semoga hubungan antar kedua negara yang erat semoga dengan ini akan lebih erat," kata Boediono. Boediono pun mengeluarkan jurus penjelasan paket kebijakan pemerintah untuk meyakinkan para investor Malaysia, plus kondisi makro ekonomi Indonesia yang kian membaik akhir-akhir ini. Dalam pertemuan ini, Boediono juga curhat soal cap 'negara teroris' yang sering disentil dalam berbagai pertemuan bisnis."Yang terbaik yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan image tersebut, adalah memberi bukti kita telah melakukan aksi mengatasinya, karena keamanan adalah yang terpenting," tegas Boediono.
(qom/)











































