Boediono: Pengusaha Nasional Jangan Ketinggalan Kereta
Rabu, 23 Agu 2006 17:32 WIB
Jakarta -
Menko Perekonomian Boediono meminta investor nasional tidak ketinggalan kereta. Bergandengan dengan investor asing, investor nasional diminta segera menanamkan modalnya di Indonesia meski berbagai aturan dan landasan hukum yang mengatur soal perpajakan dan soal investasi belum seluruhnya selesai. Pesan itu disampaikan Boediono usai penandatanganan nota kesepahaman antara investor dari Korea Selatan, India, Singapura dengan Gubernur provinsi Kepulauan Riau, Walikota Batam, Bupati Bintan dan Bupati Karimun, di Graha Sawala, Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu(23/8/2006). "Jangan menunggu lagi, kalau menunggu selesaianya semua aturan RUU macam-macam, ya, berapa tahun lagi akan selesai. Mulailah dari sekarang, pengusaha nasional jangan ketinggalan kereta, kita dukung," tegas Boediono. Rencana Investasi antara pemerintah daerah Kepri, Batam, Bintan dan Karimun dengan 7 investor baik asing maupun dalam negeri tersebut mencapai US$ 543,2 juta. Bidang usaha yang akan 'dirambah' antara lain adalah industri pembuatan galangan kapal, angkutan penyeberangan internasional, manufaktur, dan pergudangan. Menurut Boediono, kesepahaman ini menjadi suatu pembalikan pemikiran soal wilayah Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) yang acapkali dikaitkan dengan hal-hal negatif. "Ini adalah pertanda, suatu pembalikan psikologis, semacam sentimen yang ebelumnya kita itu dihinggapi sentimen yang serba negatif, Batam kalau saya baca itu ada yang selalu hengkang, begini, begitu. Ada yang tutup, atau relokasi. Berita-berita ini moga-moga saja tidak lagi kita baca," jelas Boediono Sementara Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ismeth Abdullah mengatakan, MOU dengan investor tersebut seluruhnya akan direalisir pada tahun 2006 ini juga. Namun Ismeth juga meminta kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan berbagai aturan dan landasan hukum yang dapat memberikan ketenangan bagi investor berinvestasi di Indonesia. "Masing-masing perusahaan jadwalnya berbeda-beda, tapi perizinan sudah diurus sebagian sudah ada yang selesai. Saya kira semuanya tahun ini terealisir, itu sudah kita lihat dari pembicaraan-pembicaraan dengan mereka," tegas Ismeth.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































