ASEAN Plus Bahas Blok Perdagangan Raksasa Asia
Kamis, 24 Agu 2006 15:54 WIB
Kuala Lumpur - Negara-negara ASEAN plus Cina, India, Jepang dan Korea Selatan akan membicarakan sebuah rencana membentuk blok perdagangan raksasa Asia. Proposal dari Jepang itu rencananya akan dibahas dalam pertemuan tingkat menteri-menteri ASEAN ke-38 yang sedang berlangsung di Kuala Lumpur.Pekan ini, negara-negara ASEAN telah setuju mempelajari proposal Jepang untuk membelok Blok Perdagangan 16 Negara yang akan meliputi separuh dari penduduk dunia.Namun Sekjen ASEAN Ong Keng Yong menegaskan bahwa ASEAN akan berhati-hati atas usulan Jepang untuk mengintegerasikan perekonomian 16 negara tersebut. Sementara Menteri Perdagangan Korea Selatan Kim Hyun Chong mengatakan, negaranya terbuka atas proposal Jepang, namun dengan disertai kehati-hatian."Kami bisa menerima keterbukaan kawasan regional. Itulah kenapa kami selama ini aktif menjadi anggota APEC," ujarnya seperti dikutip dari AFP, Kamis (24/8/2006).Menteri-menteri negara ASEAN yang sedang berkumpul di Kuala Lumpur juga telah sepakatuntuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA). Menurut Ong, negara ASEAN akan membicarakannya dengan mitranya termasuk Jepang dan tidak menghendaki adanya gangguan. Ong menambahkan, Cina tampaknya akan mengambil sikap hati-hati sebagaimana ASEAN dalam mempelajari proposal Jepang tersebut. "Mereka (Cina) belum yakin. Tapi itu tidak berarti mereka tidak setuju. Karena pada akhirnya, setiap FTA akan menguntungkan Cina karena mereka saat ini memroduksi banyak barang-barang manufaktur dan produk pertanian," ujar Ong.Barang Korea Utara Boleh MasukDisela pertemuan tersebut, ASEAN dan Korea Utara juga menandatangani kesepakatan perdagangan. Di bawah kesepakatan tersebut, 100 produk dari Korea Utara yang dibuat di kawasan industri Kaesong diperbolehkan masuk ASEAN."Kami merasa ini adalah langkah yang penting untuk mengintegrasikan Korea Utara ke dalam komunitas internasional. Dan saya menyatakan rasa terima kasih kepada ASEAN," ujar Menteri Perdagangan Korea Selatan Kim Hyun Chong.Ia mengungkapkan, saat ini ada 14 pabrik yang berlokasi di Kaesong, yang merupakan sebuah kota yang terletak di perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan. Kaesong berjarak sekitar 40 km dari Seoul. Kaesong sendiri dibidani oleh kelompok konglomerasi Korsel, Hyundai Group pada Juni 2004 untuk membantu Korea Utara. Sekitar 8.000 orang Korut bekerja di kawasan tersebut.
(qom/)











































