Nikel Catat Rekor Harga Tertinggi
Jumat, 25 Agu 2006 09:55 WIB
London - Harga nikel terus membumbung dan menembus level US$ 30.000 per ton, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Rekor itu tertembus karena stok yang terus menurun dan meningkatnya permintaan terutama dari pabrik-pabrik baja.Di London Metal Exchange (LME), harga nikel untuk pengiriman tiga bulanan mencapai US$ 39.165 per ton. Harga itu merupakan yang tertinggi sejak nikel mulai diperdagangkan di bursa pada tahun 1979. Sepanjang tahun ini, harga nikel telah melonjak hingga 124 persen."Pasar nikel sepertinya akan tetap ketat untuk beberapa waktu dan kritisnya stok dapat memicu kenaikan harga lebih lanjut dan lebih bergejolak," ujar Robin Bahar, analis dan UBS Bank seperti dikutip dari AFP, Jumat (25/8/2006).Cadangan nikel di LME merosot hingga 85 persen pada tahun ini. Padahal permintaan dari pabrik baja, terutama produsen stainless steel terus meningkat. Nikel umumnya digunakan oleh pabrik baja agar mudah ditempa dan meningkatkan ketahanan korosi pada baja.Produksi nikel juga terganggu oleh pemogokan di tambang Voisey milik Inco. Salah satu produsen nikel terbesar dunia ini memperkirakan pasar nikel dunia tengah menghadapi defisit hingga 6.100 ton selama semester I-2006. Produksi di Inco sendiri diperkirakan turun hingga 30.000 ton sepanjang tahun ini. Namun kenaikan harga nikel ini tampaknya belum memberi pengaruh pada harga saham Inco di Bursa Efek Jakarta. Pada sesi pagi perdagangan hari ini, saham Inco justru turun hingga Rp 600 menjadi Rp 22.900.
(qom/)











































