Tingginya Angka Kemiskinan Tanggung Jawab Tim Ekonomi
Jumat, 25 Agu 2006 14:12 WIB
Jakarta -
Tim ekonomi Presiden SBY kena getah pidato kenegaraan presiden yang menampilkan angka kemiskinan basi. Di antara anggota kabinet yang lain, tim ekonomi menyandang beban paling berat.Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/8/2006)."Kemiskinan dan pengangguran meningkat. Artinya ini menjadi tanggung jawab dari bidang ekonomi," kata Zaenal.Dia menyarankan tim ekonomi sebaiknya memfokuskan perhatiannya kepada kebijakan sektor riil dan tidak melulu berbicara makro ekonomi.Zaenal juga berpendapat untuk mengatasi pengangguran, hal yang bisa dilakukan adalah dengan kebijakan pembangunan infrastruktur. "Ini artinya beban juga ada di Menteri PU," kata dia.Secara umum, Zaenal menilai para menteri Kabinet Indonesia Bersatu hingga kini belum all out. Padahal persoalan yang dihadapi bangsa semakin berat dan kompleks. "Seharusnya menteri all out, saya lihat mereka kurang," ujar dia.Menanggapi desakan agar Mendagri M Ma'ruf mundur karena dianggap tidak beres menangani berbagai persoalan daerah, seperti terkatung-katungnya pemerintahan di Lampung, ia menilai hal itu tidak tepat. Kinerja Mendagri dianggapnya cukup baik dalam penyelenggaraan pilkada di berbagai daerah."Dia juga harus diberi kesempatan, buktinya pilkada berjalan dengan baik," tandas Zaenal.Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II dari FPDIP Fachrudin berpendapat sama. Ia menilai keputusan Mendagri dalam menangani persoalan di Lampung sudah tepat. Namun, apakah Ma'ruf harus dicopot atau tidak, itu semua ada di tangan presiden."Itu terserah presiden, mau menterinya bodoh yang penting stafnya harus pintar," ujar dia.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































