Listrik September-Desember Rawan

Listrik September-Desember Rawan

- detikFinance
Sabtu, 26 Agu 2006 11:03 WIB
Jakarta - Konsumen listrik di Jawa-bali siap-siap menghadapi pemadaman bergilir pada bulan September hingga Desember 2006. Masyarakat kembali diminta berhemat jika tidak ingin listriknya padam. PLN mengkhawatirkan pasokan listrik di sistem interkoneksi Jawa-Bali pada semester kedua tahun ini masih rawan. Rawannya pasokan listrik itu karena berkurangnya keandalan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) akibat musim kemarau serta minimnya pasokan gas."Bisa dibilang tahun ini adalah tahun kering. Pembangkit hidrologi tidak mampu beroperasi penuh selama satu tahun. PLTA mengalami penurunan 14 persen dari perkiraan," kata Juru Bicara PLN Muljo Adji kepada detikcom, Sabtu (26/8/2006).Selain menurunnya kualitas PLTA, PLN juga harus menghadapi masalah berkurangnya pasokan gas untuk sejumlah pembangkitnya. Pasokan gas alam realisasinya turun sebesar 18 persen dari rencana sebelumnya yang tertuang dalam RKAP.Pasokan gas di PLTGU Cilegon yang pada Januari 2007 nanti sudah harus menghasilkan listrik mencapai 740 MW dengan memakai gas sebesar 85 mile million british thermal unit (MMBTU) ternyata pada Desember 2006 nanti baru hanya mencapai 270 MW atau 43 MMBTU. "Pada November nanti seharusnya sudah mencapai 370 MW tapi itu tidak terelisasi. Ini bukan karena pembangkitnya tapi karena kurangnya pasokan gas," paparnya.Kondisi itu memaksa PLN harus mengoptimalkan pembangkit batubara yang ada di Tanjung Jati B dan Cilacap. Celakanya, pembangkit unit I di Tanjung Jati B mundur commercial operation-nya. "Juli sebenarnya mereka sudah komersial tapi mundur September," katanya.Mau tidak mau, langkah yang akan dilakukan PLN untuk mengatasinya adalah mengoperasikan unit pembangkit yang berbahan bakar BBM. Namun jika pembangkit BBM ini terus digunakan, maka dikhawatirkan pemakaian BBM melebihi kuota yang telah ditetapkan. "Kita tidak bisa memakai BBM melebihi kuota. Sampai saat ini kuota BBM kita yang sebesar 9,5 juta kiloliter sudah terpakai lebih dari 56 persennya," ujar Muljo.Agar pemakaian kuta BBM tidak berlebihan mau tidak mau PLN nantinya akan menurunkan cadangan putarnya. Artinya, mesin pembangkit yang berputar untuk cadangan akan dikurangi dari 600 MW menjadi 300 MW. "Kita juga melakukan shutdown weekend. Pada Sabtu dan Minggu pembangkit minyak akan dimatikan," jelasnya.Namun langkah yang banyak membantu adalah partisipasi dari konsumen PLN dengan langkah menghemat listrik. "Lebih baik berhemat kan daripada listrik padam," ujarnya. (mar/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads