DPR Mendua Soal Impor Beras
Sabtu, 26 Agu 2006 14:11 WIB
Jakarta - Sikap DPR tentang keinginan pemerintah mengimpor beras ternyata belum jelas. Sebagian anggota DPR mendukung, sebagian lagi menolak rencana pemerintah tersebut."Setengah-setengah, ada yang setuju, ada yang enggak," ungkap anggota Komisi IV DPR RI Ishartanto saat dikonfirmasi soal sikap DPR tentang usulan impor beras dari pemerintah. Ia ditemui disela-sela diskusi di sebuah cafe di kawasan Semanggi, Jakarta, Sabtu (26/8/2006).Namun menurut anggota DPR dari FKB ini, dirinya akan mendukung impor beras sepanjang tujuannya untuk menstabilkan harga. Tapi jika impor itu mengganggu petani, Ishartanto mengaku akan menolaknya. Yang menolak dari PDIP? "Ya, tahu sendiri deh," ujar Ishartanto sambil tertawa.Ishartanto mengaku bisa mengerti dengan keinginan Bulog untuk mengimpor beras mengingat lembaga tersebut memang ditugaskan untuk menstabilkan stok beras nasional. "Kalau dia tidak bisa memberikan cadangan stok nasional, harga beras akan naik," imbuhnya.Deptan sendiri tetap menegaskan bahwa stok nasional saat ini masih aman. Namun Ishartanto menegaskan bahwa saat ini harga beras sudah sangat tinggi. "Beras aja di luar sekarang sudah Rp 5.500 tidak Rp 3.500 lagi. Jadi nanti kita minggu depan akan panggil Mentan untuk menjelaskan hal ini," tandasnya.
(qom/)











































