Royalti Batubara Bermutu Rendah akan Diturunkan

Royalti Batubara Bermutu Rendah akan Diturunkan

- detikFinance
Senin, 28 Agu 2006 15:38 WIB
Jakarta - Pemerintah akan mengenakan royalti yang lebih rendah kepada investor yang menggeluti bisnis batubara berkalori rendah atau low rank coal (LRC).Royalti yang akan dikenakan dibawah 13,5 persen dari royalti yang diberikan kepada pemain Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yangsebesar 13,5 persen per tahun.Saat ini yang mengelola batubara berkalori rendah adalah Kuasa Pertambangan (KP). Sedangkan PKP2B lebih banyak mengeksploitasi batubara berkalori tinggi yang dikhususkan untuk ekspor."Kalau low rank coal minta lebih rendah saya kira ini permintaan yangwajar. KP itu kontribusinya hanya 7 persen dari batubara nasional," kataDirektur Pembinaan Mineral dan Batubara Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Setiawan, di Hotel Nikko, Jakarta, Senin (28/8/2006).Harga LRC di pasaran internasional saat ini memang terlalu rendah. Jika terus diekspor dengan jarak maka ongkos transportasi akan lebih mahal."Makanya dimungkinkan dipakai untuk dalam negeri. Kita akan dorong industri kita pakai LRC seperti listrik, semen, tekstil," tuturnya.Pemerintah akan terus mendorong penggunaan LRC. PLN juga sudah berkomitmen untuk tetap menggunakan LRC. "Sisanya yang high coal akan kita ekspor," tukasnya.Dengan cadangan batubara sebesar 7 miliar ton, Indonesia bisa melakukan ekspor dalam 20-30 tahun lagi. Pemerintah juga harus mendorong pelaksanaan eksplorasi agar cadangan batubara terus bertambah. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads