Semester I-2006
Investasi Jepang di RI Naik 110%
Selasa, 29 Agu 2006 16:13 WIB
Jakarta - Jepang mencatat pertumbuhan investasi di Indonesia yang signifikan pada semester I-2006. Meski demikian Indonesia belum menjadi tujuan utama investasi Jepang.Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat pertumbuhan investasi dari Jepang periode Januari-Juni 2006 naik 110 persen menjadi Rp 6,31 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak Rp 3,01 triliun.Namun jumlah proyek pada semester I-2006 lebih sedikit hanya sebanyak 62 proyek dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 67 proyek.Demikian disampaikan Ketua BKPM M Luthfi saat konferensi pers forum investasi Indonesia-Jepang di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (29/8/2006). Lima sektor investasi terbesar yang diminati Jepang adalah pertama, transportation vehicle and order transportation industry dengan 8 proyek senilai US$ 258,3 juta.Kedua, metal, metal goods, machinery dan electronic industry dengan 14 proyek senilai Rp 209,5 juta.Ketiga, trading and repair industry dengan 9 proyek senilai US$ 59,2 juta. Keempat, paper, paper goods and printing industry dengan 1 proyek senilai US$ 52 juta. Kelima, rubber and plastic goods industry dengan 4 proyek senilai US$ 25,2 juta.Sedangkan lima daerah tujuan investasi Jepang adalah pertama, Jawa Barat senilai US$ 428,2 juta dengan 25 proyek. Kedua, Jakarta US$ 147,3 juta dengan 23 proyek. Ketiga, Banten senilai US$ 69,6 juta dengan 3 proyek. Keempat, Jawa Timur senilai US$ 6 juta dengan 4 proyek dan kelima, Yogyakarta senilai US$ 1 juta dengan 1 proyek.Luthfi menjelaskan, saat ini Jepang menduduki investor tertinggi untuk periode Januari-Juni 2006. Kedua, Korea Selatan dengan nilai investasi US$ 438 juta. Ketiga, Mauritius senilai US$ 397 juta. Keempat, Inggris senilai US$ 356,2 juta dan kelima Malaysia senilai US$ 332 juta.Sementara Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, meski Jepang menjadi investor terbesar di Indonesia, namun Indonesia belum menjadi tujuan utama investasi Jepang. Indonesia masih kalah dengan Cina dan Thailand."Indonesia dari sisi mereka masih stagnan investasinya tidak ada peningkatan, dibandingkan dengan Cina dan Thailand," kata Mari. Mari berharap dengan adanya Economic Partnership Agreement (EPA) antara RI-Jepang akan saling menguntungkan sehingga nilai inevestasi Jepang akan naik dua kali lipat.
(ir/)











































