Pupuk Numpuk di Gudang Pusri
Selasa, 29 Agu 2006 17:45 WIB
Palembang - Gudang pupuk milik PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) yang ada di wilayah Pemasaran Pusri Daerah (PPD) Sumatra Selatan dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kini dalam keadaan over kapasitas. "Pupuk yang datang dari pabrik ke gudang di Jl. Naskah dan GPP (gudang persedian pupuk red.) Martapura sekarang harus ditampung di luar gudang karena kapasitas gudang tidak lagi mampu menampung pupuk yang belum terdistribusikan ke petani," kata Sulfa Ganie, Kepala PPD Sumsel, kepada pers di Palembang, Selasa (29/8/2006). Persediaan pupuk milik PT Pusri untuk kebutuhan Palembang, Musibanyuasin dan Banyuasin harus di letakan di luar gudang di Jalan Naskah dengan jumlah mencapai ribuan ton. "Penumpukan itu terjadi sejak Juni 2006 hinga kini," ujar Sulfa Ganie. Tidak terserapnya pupuk bersubsidi jenis urea oleh petani menurutnya, disebabkan beberapa faktor. "Seperti karena musim kemarau, kemudian musim panen baru selesai dan musim tanam belum waktunya," imbuh Sulfa. Padahal berdasarkan SK/ Memperindag/03 ketentuan stok untuk gudang di Jl. Naskah hanya 1.778 ton dan sekarang stoknya sudah mencapai 5.167 ton. Kemudian GPP di Martapura ketentuan stok yang harus tersedia adalah 1.380 ton sekarang stoknya sudah mencapai 7.111 ton. Jumlah yang melebihi kapasitas gudang juga bakal terjadi di GPP Musi Rawas. Dengan kondisi kelebihan stok PT Pusri sendiri tidak bisa menghentikan produksi. Gudang PT PUsri di Jl. Naskah selama 1-28 Agustus hanya menyalurkan 2.075 ton pupuk "Dengan persedian stok yang melebihi ini, kita terpaksa harus menyediakan dana lebih seperti membeli terpal untuk menutup pupuk, kayu untuk sebagai lapisan dasarnya, juga menambah orang untuk menjaga pupuk biar tidak dicuri, Dana yang dikeluarkan untuk satu gudang mencapai Rp 150 juta, sementara itu di Sumsel ada 5 Gudang," tambah Sulfa Ganie. Sementara General Manager Pemasaran PT Pusri H.M. Romli mengatakan, over kapasitas gudang penampung pupuk PT Pusri kini sudah mulai terjadi hampir ke seluruh daerah. "Gudang-gudang kita di beberapa daerah saat ini jumlah pupuk yang ditampung sudah melebihi jumlah dalam kondisi normal," katanya.
(qom/)











































