Pemerintah Putuskan Impor Beras 210 Ribu Ton

Pemerintah Putuskan Impor Beras 210 Ribu Ton

- detikFinance
Jumat, 01 Sep 2006 11:25 WIB
Jakarta - Setelah melewati berbagai pro dan kontra, pemerintah akhirnya memutuskan untuk mengimpor beras lagi sebanyak 210 ribu ton. Impor beras mendesak dilakukan karena cadangan beras pemerintah terkuras akibat banyaknya kejadian bencana alam dan kekeringan.Sebelum mengumumkan impor beras ini, Menko Perekonomian Boediono pada pukul 09.00 WIB melakukan rapat mendadak dengan Menteri Pertanian Anton Apriantono dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Gedung Departemen Keuangan (Depkeu), Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (1/9/2006)."Kebutuhan yang kita anggap sangat perlu untuk kita amankan beberapa bulan ke depan dari segi pemerintah. Artinya kebutuhan pemerintah langsung adalah 210.000 ton. Ini harus kita procure adakan dalam waktu secepatnya, oleh karena itu kita putuskan melakukan impor," jelas Boediono.Boediono mengatakan, dana untuk pembelian beras ini mencapai Rp 300-390 miliar yang diambil dari APBN-P 2006. Badan Urusan Logistik (Bulog) nantinya akan ditunjuk sebagai pelaksana impor. Boediono menjanjikan, impor dilakukan secara transparan, terbuka dan melalui proses tender.Pemerintah mencadangkan beras (stock iron dengan jumlah normal 350 ribu ton. Namun jumlah ini terus berkurang karena dipakai untuk korban bencana. Untuk mengantisipasi keadaan darurat pemerintah memutuskan melakukan impor.Sementara Deputi Menko Perekonomian bidang pertanian dan kelautan, Bayu Krisna Murti mengatakan, impor paling cepat dilakukan akhir September ini. Sedangkan masa pengiriman selama 20-25 hari.Dengan adanya impor 210 ribu ton maka total cadangan beras pemerintah akan menjadi sekitar 740-750 ribu ton. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads