Impor Jalan, Pemerintah Jamin Harga Beras Petani Stabil
Jumat, 01 Sep 2006 12:06 WIB
Jakarta - Pemerintah menjamin pelaksanaan impor beras sebanyak 210 ribu pada akhir September ini tidak akan menyebabkan harga beras di tingkat petani turun.Beras impor dipastikan tidak akan masuk ke pasar karena akan disimpan di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai cadangan pemerintah untuk kondisi darurat seperti bencana alam."Perlu saya tegaskan bahwa ini hanya untuk cadangan pemerintah yang disimpan di gudang Bulog, jadi kekhawatiran akan turunnya harga di tingkat petani hal ini kecil kemungkinannya," kata Menteri Pertanian Anton Apriantono di Gedung Departemen Keuangan (Depkeu), Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (1/9/2006).Sebenarnya, ungkap Anton, Indonesia sudah bisa berswasembada beras sejak tahun 2005-2006. Swasembada tersebut dalam artian 90 persen cadangan beras sudah bisa dicukupi dari dalam negeri.Sayangnya, kata Anton, pengertian swasembada ini sering disalahartikan seolah-olah seluruh kebutuhan beras sudah bisa didapat dari dalam negeri."Tahun 2005-2006 beras kita ini 99 persen sudah dipenuhi dari dalam negeri, jadi ini sudah swasembada," tuturnya.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor sejak tahun 1998-2004 cenderung turun meski tahun 1999 sempat melonjak tajam.Impor tahun 1998 mencapai 2,29 juta ton, tahun 1999 sebesar 4,751 ton, tahun 2000 sebesar 1,355 juta ton, tahun 2001 sebesar 644 ribu ton, tahun 2002 sebesar 1,8 juta, tahun 2003 sebesar 1,428 juta, tahun 2004 sebesar 236,870 ribu dan tahun 2005 sebesar 173,570 ribu."Dari sini terlihat impor terkecil tahun 2004, jadi tidak benar kita belum swasembada," kata Anton.Sementara Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, cadangan beras pemerintah memang dikelola oleh Bulog, tetapi itu milik pemerintah. Menurutnya, ada rambu-rambu yang jelas untuk beras yang masuk ke daerah tertentu dan tidak masuk ke pasar bebas."Itu yang penting saudara-saudara catat, beras tidak disalurkan ke pasar besar, tapi untuk keperluan darurat dan operasi pasar bila diperlukan," jelas Mari.Mari menegaskan, keputusan impor ini telah berdasarkan masukan tim teknis perberasan yang terdiri dari berbagai departemen. Namun dengan adanya impor ini Bulog tetap akan membeli beras dalam negeri.Untuk sistem tender beras akan dilakukan secara terbuka. Saat ini pemerintah masih memfinalisasi dan akan segera mengumumkannya.
(ir/)











































