IMF Setuju Reformasi Organisasi

IMF Setuju Reformasi Organisasi

- detikFinance
Jumat, 01 Sep 2006 14:19 WIB
Washington - Dana Moneter Internasional (IMF) akhirnya sepakat untuk melakukan reformasi organisasi. IMF nantinya akan memberikan porsi yang lebih besar kepada negara-negara berkembang termasuk Cina.Pemberian porsi yang lebih besar kepada negara-negara berkembang dan juga Cina itu merefleksikan perubahan dalam kekuatan ekonomi dunia. Selama ini, IMF 'dikuasai' oleh AS, Jepang dan negara-negara Eropa. Di bawah rencana reformasi dua tahun yang sudah disepakati oleh Dewan Direksi IMF itu, negara-negara kekuatan ekonomi baru seperti Cina, Korea Selatan, Turki dan Meksiko akan mendapat porsi hak voting yang lebih besar."Saya pikir semua anggota sadar bahwa kuota yang relevan dan hak voting tidak cukup sesuai dengan realitas perekonomian dunia," ujar Direktur Pelaksana IMF Rodrigo Rato kepada dalam briefing online di Washington seperti dikutip dari AFP, Jumat (1/9/2006).IMF yang dibentuk pada akhir perang dunia kedua, kini beranggotakan 184 negara. IMF memberikan pinjaman kepada negara-negara yang sedang mengalami kesulitan keuangan seperti Indonesia, Thailand, Brasil, Argentina, dll.Selama ini, IMF didominasi oleh AS, Jepang dan negara-negara Eropa. Sementara Cina yang kini sudah menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia justru memiliki hak voting yang lebih rendah ketimbang gabungan Belgia dan Belanda.Rato menambahkan, Dewan Direktur IMF sepakat bahwa formula kuota baru akan didasarkan pada ukuran perekonomian suatu negara dan keterbukaannya. Namun formula pastinya masih belum ditentukan.Kuota itu nantinya akan menggambarkan berapa besar kontribusi suatu negara ke IMF, hak voting dan akses terhadap keuangan. Saat ini IMF telah memberikan pinjaman senilai US$ 28 miliar kepada 74 negara.Meski demikian, Rato menegaskan bahwa negara miskin harus tetap dilindungi hak-haknya. Hak votingnya pun harus tetap diberikan meski perekonomiannya rendah. Penegasan ini untuk menjawab kekhawatiran negara-negara Afrika yang bakal kehilangan hak-haknya setelah IMF memberi peran yang besar bagi negara berkembang.Reformasi yang telah disetujui 24 direktur IMF ini akan diserahkan kepada masing-masing negara anggota IMF dan akan difinalisasi dalam pertemuan tahunan yang berlangsung di Singapura 19-20 September mendatang. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads