Pasokan Gas PLTU Cilegon Tak Penuhi Target
Jumat, 01 Sep 2006 17:39 WIB
Jakarta - Pasokan gas di PLTU Cilegon tidak memenuhi target yang diharapkan. Kondisi ini akan mengurangi pasokan listrik di sistem interkoneksi Jawa-Bali. Pasokan gas di PLTGU Cilegon pada Januari 2007 nanti sudah harus menghasilkan listrik mencapai 740 MW dengan memakai gas sebesar 85 million british thermal unit (MMBTU) ternyata pada Desember 2006 nanti baru hanya mencapai 270 MW atau 43 MMBTU."November nanti seharusnya sudah mencapai 370 MW tapi ini tidak akan terealisasi," kata Juru Bicara PLN Muljo Adji kepada detikcom, Jumat (1/9/2006).PLN mendapatkan pasokan gas dari China National Offshore Oil Company (CNOOC) untuk pembangkitnya di Cilegon. Harga gas yang didapat dari CNOOC yaitu sebesar US$ 2,68 per MMBTU dengan kontrak selama 12 tahun.Berkurangnya pasokan gas ini nantinya akan mempengaruhi pasokan listrik Jawa Bali terutama pada September-Desember. Makanya, konsumen listrik siap-siap saja menghadapi pemadaman bergilir.Selain kekurangan pasokan gas, kerawanan listrik juga karena karena berkurangnya keandalan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). "Pembangkit hidrologi tidak mampu beroperasi penuh selama satu tahun. PLTA mengalami penurunan 14 persen dari perkiraan," kata Muljo. Kondisi itu memaksa PLN harus mengoptimalkan pembangkit batubara yang ada di Tanjung Jati B dan Cilacap. Namun pembangkit unit I di Tanjung Jati B mundur commercial operation-nya dari Juli ke September.Selain itu, langkah yang akan dilakukan PLN untuk mengatasinya adalah mengoperasikan unit pembangkit yang berbahan bakar BBM. Namun untuk pemakaian pembangkit BBM dikhawatirkan bias melebihi kuota yang telah ditetapkan.
(qom/)











































