RI Tak Mau Tambah Kuota di IMF

RI Tak Mau Tambah Kuota di IMF

- detikFinance
Senin, 04 Sep 2006 12:29 WIB
Jakarta - Dana Moneter Internasional (IMF) berniat melakukan reformasi internal dengan memberi peran yang lebih besar kepada negara-negara berkembang. Tertarikkah Indonesia atas tawaran tersebut?Indonesia yang kini telah membayar separo utangnya ke IMF, ternyata tidak tertarik untuk memberi peran yang lebih besar ke IMF. Dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia yang akan digelar di Singapura pertengahan September mendatang, Indonesia tidak akan mengajukan penambahan kuota ke IMF.Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta menegaskan, dalam pertemuan tersebut, Indonesia hanya akan menyampaikan perkembangan atas pinjaman dari IMF."Kita lebih ke progress karena ada beberapa masih terkait dengana pinjaman kita ke IMF dan Bank Dunia. Nggak ada inisiasi dari kita," tegas Paskah usai rakor membahas RAPBN 2007 di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (4/9/2006).Penyampaian perkembangan Indonesia tersebut akan menyerupai acara pertemuan negara-negara kreditor CGI. "Debitor menyampaikan beberapa hal ke kreditor. Itu wajar," ujarnya.Korupsi ProyekMengenai perkembangan kasus korupsi 2 proyek infrastruktur yang didanai Bank Dunia, Paskah mengatakan bahwa pemerintah masih akan menunggu terlebih dahulu hasil audit BPK. "Dalam 1-2 hari ini, Bappenas akan menyampaikan surat permintaan kepada BPK untuk mengaudit lebih lanjut," tambahnya. Menurut Paskah, pemerintah tidak bisa memakai hasil audit dari Bank Dunia yang dianggap sepihak. "Jadi nanti kita minta BPK mengaudit karena memang perjanjiannya kalau ada penyimpangan harus dibayar," katanya.Audit dari BPK diperlukan karena korupsi ini menyangkut keuangan negara. Paskah mengharapkan, BPK bisa bekerjasama dengan Bank Dunia. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads