Bertemu 400 CEO
SBY Berbagi Tips Investasi
Senin, 04 Sep 2006 16:28 WIB
Singapura - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu dengan 400 CEO dari berbagai belahan dunia di Singapura. Dalam konferensi yang diadakan oleh Forbes itu, SBY membagi tipsnya untuk para investor yang ingin berinvestasi di Indonesia."Untuk siapa pun yang berpikir untuk berinvestasi di Indonesia, maka izinkan saya berbagi beberapa tips," ujar SBY dalam Konferensi Forbes Global CEO, Senin (4/9/2006) siang, di Tower Ball Room Hotel Shangri-La, Singapura.Pertama, para investor diminta untuk melihat perusahaan-perusahaan yang sukses mengeruk laba dari investasinya di Indonesia. SBY pun mencontohkan Jardine Matheson, Farallon, Temasek, Buma Consortioun, Philip Morris, Singtel, Khazanah dll."Jadi, bila Anda ingin membuat usaha dan membelanjakannya di Indonesia, imbalan yang besar menanti Anda," ujar SBY berpromosi.Kedua, Indonesia adalah negara dengan sumber daya alam yang sangat besar plus pangsa pasar dari 220 juta penduduk. Pendapatan per kapita pun telah melampaui masa sebelum krisis yakni US$ 1.300 pada tahun 2005, dan diharapkan mencapai US$ 1.500 pada tahun 2006."Kita juga adalah pangsa pasar terbesar di Asia Tenggara," tambah SBY.Ketiga, masyarakat Indonesia dikenal sebagai orang yang ulet. "Kita telah melalui banyak hal sebagai sebuah negara, mulai dari krisis ekonomi, konflik, terorisme, tsunami dan gempa. Namun kita terus kembali menjadi lebih kuat setiap saat," kata SBY. Menurut SBY, para pebisnis di dunia akan menghargai dan mendapat keuntungan dari kualitas masyarakat Indonesia yang ulet tersebut.Dalam kesempatan tersebut, SBY juga menjelaskan perkembangan di Indonesia mulai dari demokrasi hingga ekonomi.Selain itu juga disinggung upaya keras Indonesia dalam mewujudkan energi alternatif. Menurut SBY, Indonesia kini tengah serius melakukan diversifikasi energi untuk menghilangkan ketergantungan pada bahan bakar fosil.Menurut SBY, pengembangan energi alternatif akan mempunyai dampak ekonomi yang luas mulai dari sekuritisasi energi, pertanian, penciptaan lapangan kerja, pengurangan subsidi, lingkungan, infrastruktur hingga memperkuat perekonomian masyarakat miskin."Dengan melihat iklim dan ketersediaan lahan, saya bermimpi Indonesia dapat berpotensi menjadi pusat energi alternatif dunia dalam dekade mendatang," harap SBY.
(qom/)











































