Ciputra Siap Bantu Bangun Rusun

Syaratkan Bunga 10%

Ciputra Siap Bantu Bangun Rusun

- detikFinance
Senin, 04 Sep 2006 17:37 WIB
Jakarta - Pemilik Citra Grup, Ciputra menyatakan kesiapannya membantu mewujudkan program rumah susun murah untuk rakyat Jakarta yang direncanakan oleh pemerintah. Namun Ciputra minta syarat, rusun itu berbunga 10 persen.Hal tersebut disampaikan Ciputra usai diterima Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (4/9/2006).Ciputra mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut, Kalla menyampaikan rencana pemerintah membuat rusun murah untuk rakyat Jakarta. "Beliau telah menghitung, kita hanya perlu subsidi bunga dari 15 persen ke 10 persen. Lima persen di subsidi. Itu berarti dapat dibangun rumah rakyat di dalam kota," jelas Ciputra.Tertarik program tersebut? "Kami akan berpartisipasi 100 meter, 200 meter, Rp 1 triliun, kami bersedia, asal bunganya 10 persen," tegas Ciputra.Ia menambahkan, jika suku bunga sebesar 15 persen, maka dipastikan konsumen akan kesulitan membayar. "Tapi kalau 10 persen, inflasi saja 8 persen. Selisih hanya 2 persen. Gaji karyawan naiknya 10 persen setiap tahun. Jadi praktis Anda tidak bayar bunga," jelasnya.Rencananya, Wapres juga akan mendengarkan masukan dari pengusaha dan pemerintah Singapura terkait keberhasilan mereka membangun perumahan. Di Singapura, 85 persen rumah dibangun atas kerjasama pemerintah dan swasta.Namun Ciputra mengaku hingga saat ini masih mencari lokasi untuk rusun tersebut. "Kita cari bersama. Ini kan belum ada keputusan," tambahnya.Ciputra menambahkan, dirinya sudah lama memimpikan rumah yang terjangkau oleh masyarakat. "Kita ingin mengentaskan kekurangan rumah. Anda kira saya senang membangun rumah mewah tapi orang tidak bisa beli. Kita nangis. Saya sekarang bangun rumah Rp 50 juta, tapi jauhnya minta ampun, sampai 2 jam," cerita Ciputra.Citra Grup selama ini membangun sekitar 3.000 rumah per tahun di seluruh Indonesia. Dengan kerjasama pemerintah, Ciputra berharap bisa membangun 20.000 rumah susun dengan harga sekitar Rp 60 juta per unit.Lokasi persisnya di Jakarta? "Daerah kumuh. Kerjasama dengan gubernur. Mereka prioritas utama," tandasnya. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads