Sultan Tolak Beras Impor Masuk DIY
Selasa, 05 Sep 2006 12:30 WIB
Yogyakarta - Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menolak masuknya beras impor ke wilayahnya. Alasannya, DIY masih surplus produksi beras sehingga beras impor akan menghancurkan petani."Yogya itu masih surplus beras sehingga tidak mungkin beras impor akan masuk ke Yogya," kata Sri Sultan kepada wartawan di Gedung Wilis komplek kantor Gubernur DIY di Kepatihan Yogyakarta, Selasa (5/9/2006).Sultan menambahkan, beras wilayah DIY selama ini masih cukup bahkan mengalami surplus. Dengan demikian bila Bulog wilayah DIY bisa membeli beras milik petani maka tidak akan melakukan impor beras. "Logikanya seperti itu, kalau kita surplus kan tidak mungkin bulog melakukan impor," katanya.Menurut dia, kalau pemerintah benar-benar akan melakukan impor beras lebih baik digunakan untuk sebagai cadangan. Namun apabila hendak didistribusikan mestinya didistribusikan d daerah-daerah yang tidak surplus beras atau produksi pertaniannya. "Yogya belum membutuhkan, karena saat panen raya kemarin tidak ada tanaman yang puso dan produktivitasnya sangat tinggi," tegas suami GKR Hemas itu.Berdasarkan data di Dinas Pertanian DIY, produksi padi sawah pada tahun 2005 mencapai 545.916 ton. Sedang produksi padi ladang pada tahun yan sama mencapai 124.787 ton. Total produksi padi di DIY mencapai 670.703 ton. Untuk bahan pangan lainnya seperti jagung produksi tahun 2005 mencapai 248.960 ton.
(qom/)











































