HKTI Berharap Tak Ada Lagi Impor Beras
Selasa, 05 Sep 2006 16:27 WIB
Jakarta - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bersikukuh untuk menolak impor beras yang sudah diputuskan pemerintah 1 September lalu. HKTI berharap impor beras kali ini adalah yang terakhir kalinya.Demikian disampaikan Ketua Umum HKTI Prabowo Subianto saat konferensi pers di Menara Bidakara, Jakarta, Selasa (5/9/2006). Prabowo menambahkan, berdasarkan data Deptan yang diterbitkan BPS, produksi 2006 akan mencapai 54.75 juta ton atau setara 33 juta ton beras jadi melebihi kebutuhan dalam negeri yang hanya 32 juta ton."Komoditi gabah atau beras merupakan komoditi yang berhubungan langsung dengan kesejahteraan rakyat terutama petani, sudah saatnya dibuat kebijakan perberasan yang terintergrasi lebih konkrit dan menyeluruh untuk mendukung swasembada pangan berkesinambungan," kata Prabowo. Menurutnya, perlu adanya peningkatan kerjasama antara BUMN,Perum Bulog, Lembaga perbankan, pabrik pupuk, PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani dengan organisasi petani dalam program penanganan padi untuk meningkatkan produksi pangan sehingga di masa datang tak perlu impor.
(qom/)











































