Pengusaha Nasional Diajak Bangun Smelter di Area Freeport
Rabu, 06 Sep 2006 14:30 WIB
Jakarta -
Pengusaha nasional diajak untuk membangun smelter (pengolahan bijih tambang menjadi konsentrat) di area pertambangan PT Freeport Indonesia di Timika, Papua. Pihak Freeport tidak membangun smelter di kawasan tersebut, sehingga pemerintah menawarkannya kepada pengusaha lokal."Kalau bicara smelter ini bicara bisnis. Pengusaha nasional kok gak bisa mendirikan padahal pasarnya dijamin," kata Dirjen Mineral Batubara dan Panas Bumi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Simon F Sembiring.Hal itu disampaikan Simon, usai melakukan rapat tertutup dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/9/2006).Simon mengaku, pemerintah tidak bisa memaksa Freeport untuk membangun smelter tersebut di areal pertambangannya."Nanti kalau Freeport bangun smelter dan menguntungkan timbul kecemburuan semua sama dia, daging dan tulang sama dia. Jadi gak ada yang benar," tukas Simon.Bagi pemerintah yang terpenting saat ini adalah bagaimana Freeport bisa menjamin pasokan di dalam negeri terhadap kebutuhan tembaga dan emas domestik."Jadi kita tidak bisa paksakan itu, ini kan soal hitung-hitungan bisnis dan juga ekonomi," imbuhnya.Namun pemerintah akan tetap mendorong perusahaan nasional untuk bisa membangun smelter tersebut karena nilai ekonomisnya menguntungkan."Kalau pengusaha kita punya modal kenapa mereka tidak mau dirikan smelter," tanya Simon.Mengenai audit Freeport yang telah dilakukan Departemen ESDM, menurut Simon, audit tersebut sudah selesai dan hasilnya telah diberikan kepada Menko Perekonomian."Saya tidak bisa jelaskan, yang pasti saya sudah laporkan," cetus Simon.
(ir/)










































