Pertumbuhan Semen Tahun 2006 Diprediksi Cuma 1%
Rabu, 06 Sep 2006 15:33 WIB
Jakarta - Lesunya pasar semen di Indonesia membuat kalangan industri hanya berani memprediksi pertumbuhan sampai akhir tahun hanya 1 persen dibanding total konsumsi tahun 2005 yang sebesar 33 juta ton. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) memperkirakan pertumbuhan pasar semen baru akan terlihat pada tahun depan dengan teralisasinya pembanguan infrastruktur pada tahun 2007.ASI memperkirakan permintaan semen tahun 2007 tumbuh 5-7 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan permintaan semen ASEAN yang hanya 3 persen.Demikian disampaikan Ketua ASI Urip Timuryono disela-sela simposium ASEAN Federation of Cement Manufactures (AFCM) di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (6/9/2006)."Melihat kondisi tahun ini, banyak perusahaan semen lebih memilih untuk ekspor khususnya Holcim dan Indocement ekspornya mencapai 3 juta ton ke Bangladesh, Singapura, Amerika dan Afrika," jelas Urip.Sementara Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengatakan pada semester I-2006 realisasi penjualan semen dibawah prediksi.Hal ini karena banyak proyek infrastruktur 2006 ditunda, yang pembangunanya dilakukan pada 2007 sehingga pertumbuhan akan menjadi 5 persen."Untuk semen, kita dianggap sebagai negara yang punya kemampuan bersaing, dan hampir seluruh kebutuhan bisa disuplai dengan harga kompetitif, bahkan dengan Cina harga kita lebih kompetitif," tambah Fahmi.Sebab itulah, kata Fahmi, banyak pemain dari luar negeri takut untuk masuk ke Indonesia karena melihat pemain semen besar di Indonesia giat melakukan perluasan.Salah satunya Semen Gresik yang menambah kapasitas produksi 2,6-2,8 juta ton sehinggga Indoensia tak perlu impor semen lagi."Jadi agak sulit bagi pemain baru untuk bersaing," tambahnya.
(ir/)











































