Sumbar Masih Punya Stok Beras 21.000 Ton
Rabu, 06 Sep 2006 16:00 WIB
Padang - Menjelang akhir 2006, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) masih mengalami surplus beras sebesar 400 ribu ton dari total produksi 1,8 juta ton. Meski demikian, Sumbar masih membutuhkan pasokan 19.000 ton beras untuk alokasi Raskin dan cadangan beras pemerintah, termasuk untuk memasok kebutuhan Jambi sebanyak 7.000 ton.Demikian disampaikan Kepala Badan Urusan Logistik (Kabulog) Sumbar, Anton Samawi, kepada wartawan di kantornya, Jalan M. Thamrin Padang, Rabu (6/9/2006). Menurutnya, surplus beras Sumbar akan digunakan untuk menyuplai kebutuhan Provinsi Riau dan Jambi."Kita masih punya stok beras hingga Desember 2006 sebanyak 21.000 ton. Untuk tahun ini, kebutuhan masyarakat Sumbar diperkirakan sekitar 809 ribu ton," ujar Anton.Asisten II Pemrov Sumbar, Surya Dharma Sabirin ketika dihubungi detikcom mengatakan, jika beras impor jadi masuk, maka akan dijadikan cadangan saja. Berdasarkan pantauan detikcom di Pasar Raya Padang, harga beras cenderung mengalami kenaikan Rp 100-200/kg. Beras Solok dijual seharga Rp 5.000/kg, naik Rp 200 dibandingkan harga biasa. Sementara, beras jenis IR 42 dijual seharga 4.400/kg dan beras Sokan 4.100/ kg. Keduanya mengalami kenaikan sekitar Rp 100/kg."Kenaikan itu bukan karena kelangkaan beras, namun karena panen yang tidak serentak," ujar Linda Puspa Dewi, salah seorang pedagang beras di Pasar Raya Padang.
(qom/)











































