Emil Salim: Belum Ada Perusahaan Tambang Yang Beri CSR
Kamis, 07 Sep 2006 17:42 WIB
Jakarta -
Meski berhasil mengeruk keuntungan yang besar dari tanah Indonesia, namun ternyata belum satu pun perusahaan pertambangan yang melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR).Kritikan tersebut disampaikan Pengamat Lingkungan Hidup Emil Salim di sela-sela seminar mengenai Corporate Social Responsibility di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Kamis (7/9/2006).Emil menuturkan, bentuk CSR adalah perusahaan memberikan sumbangan terhadap lingkungan sekitarnya selama perusahaan itu beroperasi hingga saat perusahaan sudah tutup."Tambang dan migas karena dia non-renewable resources, maka dia punya ambang batas, kemudian habis. CSR untuk masyarakat adalah setelah tambang tutup. Sampai saat ini saya belum lihat," kritiknya. Namun CEO PT Newmont Pacific Nusantara Noke Kiroyan menegaskan, perusahaannya saat ini menghabiskan dana tiap tahunnya untuk CSR sebesar US$ 4 juta atau Rp 35 miliar. "Tiap tahun berubah di Nusa Tenggara setiap tahunnya sebesar US$ 3 juta dan di Minahasa sebesar US$ 1 juta," ujarnya. Noke mengatakan, pelaksanaan CSR diperusahaannya dikelola secara sendiri. Tapi pihaknya juga meminta bantuan pihak lain untuk mengelolanya jika perlukan. "Kita tidak bisa bilang mana yang diutamakan. Tiap tahunnya berubah-ubah, bisa pendidikan, kesehatan ataupun lingkungan," katanya.
(qom/qom)










































