3 Program Dibuat Untuk Ciptakan 5 Juta Lapangan Kerja

3 Program Dibuat Untuk Ciptakan 5 Juta Lapangan Kerja

- detikFinance
Kamis, 07 Sep 2006 17:54 WIB
Jakarta - Pemerintah menargetkan dalam tiga tahun ke depan jumlah orang miskin di Indonesia berkurang 15 juta orang. Namun dengan catatan setiap tahunnya secara nasional sedikitnya berhasil dibuka lima juta lapangan kerja baru."Dengan 15 juta tambahan lapangan kerja berarti kemiskinan menurun," kata Menko Kesra Aburizal Bakrie di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (7/9/2006).Pernyataannya tersebut merupakan hasil rapat kabinet yang dipimpin Presiden Susilo B Yudhoyono, Wapres Jusuf Kalla tersebut dan seluruh anggota kabinet dan beberapa gubernur.Program pengentasan kemiskinan, sebenarnya telah dirintis sejak 1998. Selama enam tahun terakhir, program ini dinilai relatif berhasil meredam laju pertambahan kemiskinan sehingga angkanya tidak lebih besar dari yang dilaporkan BPS beberapa hari lalu.Mendukung target pembukaan 5 juta lapangan kerja tersebut, akan dilakukan percepatan terhadap program tersebut melalui proyek Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat(PNPM), Proyek Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP), dan bio energi. Proyek PNPM dan P2KP berupa pembangunan infrastruktur dasar secara padat karya. Sementara bio energi untuk pembukaan lapangan kerja baru yang diharapkan bisa menyerap 2,5 juta orang tenaga kerja baru.Alokasi anggaran untuk ke tiga program itu pada 2007 pun naik jadi Rp 51 triliun. Jumlah desa cakupan program ini ditambah 50 ribu dari sekarang yang 34,2 ribu desa."Dana itu murni dari APBN. Dari luar negeri diturunkan, rupiah murninya naik," tambahnya.Arah APBDSecara terpisah Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad menyatakan, dari sisi pemerintah daerah yang akan dilakukan adalah mengubah komposisi alokasi APBD. Alokasinya lebih banyak pada program yang langsung menyangkut rakyat dibanding biaya aparatur."Presiden minta agar gubernur mengontrol penggunaan APBD. Agar lebih diarahkan pada penanggulangan masalah kemiskinan seperti pertanian dan perikanan," kata Fadel.Untuk memudahkan evalusi keberhasilan program dan menghindari debat kusir jumlah rakyat miskin seperti berlangsung selama ini, rapat juga menyetujui patokan dan ketegori warga miskin. Yakni mereka yang berpenghasilan di bawah Rp 125 ribu per bulan."Memang di bawah standart Bank Dunia, tapi ini yang kita sepakati. Penentuan naik dan turunnya jumlah kemiskinan, kita kembali pada patokan ini," ujarnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads