Harga Elpiji Naik Lebih dari 30%

Untuk Industri

Harga Elpiji Naik Lebih dari 30%

- detikFinance
Jumat, 08 Sep 2006 17:07 WIB
Jakarta - PT Pertamina (persero) menaikkan harga elpiji untuk industri lebih dari 30 persen. Namun khusus untuk masyarakat, harga elpiji tetap Rp 4.250/kg.Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Utama No. Kpts-030/C00000/2006-S3 tertanggal 8 September 2005 tentang penyesuaian harga elpiji bulk untuk industri terhitung penyerahan mulai 11 September 2006 pukul 00.00 WIB.Harga elpiji bulk untuk industri mengalami kenaikan dari harga semula Rp 3.879/kg (termasuk PPN 10 persen) menjadi Rp 5.071/kg untuk penyerahan di Filling Plant Pertamina dan Rp 5.280/kg untuk penyerahan di Stasiun Pengisian & Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE).Sementara harga jual elpiji untuk masyarakat luas dengan ukuran tabung 50 kg, 12 kg, 6 kg dan 3 kg masih tetap sebesar Rp 4.250/kg.Menurut Kepala Humas Pertamina Toharso dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (8/9/2006) penyesuaian harga ini merupakan bagian dari skema kenaikan harga elpiji untuk sektor industri menuju harga keekonomian.Toharso menjelaskan, harga jual elpiji bulk yang berlaku saat ini merupakan harga yang ditetapkan sejak 19 Desember 2004 dengan harga komoditi Liquified Petroleum Gas (LPG) US$ 323,06/ton."Seiring peningkatan harga minyak dunia, harga komoditas LPG juga mengalami peningkatan yang sangat tajam," jelas Toharso.Harga komoditi LPG pada Januari 2005 masih berada di level US$ 369,9/ton (CP Aramco/Patokan Harga LPG Dunia) meningkat hingga US$ 560,9/ton pada September 2006."Oleh karena itu Pertamina perlu melakukan penyesuaian harga sebagai upaya mengurangi tingkat kerugian bisnis elpiji," tambah Toharso.Ia menambahkan, penyesuaian harga elpiji untuk industri ini diharap menekan kerugian Pertamina dalam bisnis elpiji 2006 hingga Rp 189 miliar atau turun dari Rp 2,66 triliun menjadi Rp 2,47 triliun.Elpiji bulk selama ini dikonsumsi oleh sektor industri dan komersial skala menengah sampai skala besar seperti pabrik kaca, gelas, keramik serta hotel taraf internasional. Total penjualan elpiji bulk untuk industri mencapai 148.200 ton/tahun. (qom/sss)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads