Gebrakan Otomotif Dimulai 2008
Sabtu, 09 Sep 2006 13:05 WIB
Bogor - Pasar otomotif khususnya mobil diperkirakan baru akan meningkat signifikan di tahun 2008. Peningkatan tersebut seiring berjalannya proyek-proyek infrastruktur yang mendorong investasi di Indonesia. Walaupun kondisi makro ekonomi mulai membaik akhir tahun ini, namun daya beli masyarakat khususnya terhadap otomotif diperkirakan masih belum pulih benar hingga tahun 2007. "Tahun depan dengan rencana program pemerintah untuk invetasi maupun infrastruktur kita harapkan 2007 akan meningkat tapi the biggest impact tahun 2008 karena orang lakukan investasi. Memang ada capex tapi impact ke mobil dan motor mengarah ke 2008," kata Direktur Utama Astra International Michael D Ruslim dalam workshop wartawan di Hotel Novotel Bogor, Sabtu (9/9/2006). Astra sendiri cenderung pesimis terhadap angka penjualan mobil tahun ini dan pertumbuhannya tahun depan. Untuk tahun ini Michael memperkirakan penjualan mobil secara nasional hanya sekitar 300 ribu-320 ribu unit, lebih rendah dari prediksi Gaikindo 330 ribu-350 ribu unit. Sedangkan pertumbuhan penjualan tahun 2007 diperkirakan hanya sebesar 10 persen dari penjualan tahun 2006. "Untuk motor, bulan Juli Agustus sudah menunjukkan tren membaik, sehingga tahun 2007 motor diharapkan bisa kembali ke posisi tahun 2005 sebanyak 5 juta unit," ujarnya. Penurunan pasar otomotif juga mengakibatkan pertumbuhan pendapatan Astra tahun ini diperkirakan lebih rendah dibanding tahun 2005. Hal ini karena bisnis anak usaha Astra yang bergerak dibidang yang terkait dengan otomotif seperti Astra Outo Parts ikut menurun. Walaupun penurunan tersebut masih ditahan anak usaha lain yang bergerak di bidang pertanian dan pertambangan. Tahun depan Astra menganggarkan belanja modal sebesar Rp 3-5 triliun. Dana tersebut akan diusahakan didanai dari kas internal. "Kalau tidak mencukupi kita ada fasilitas standing loan sebesar Rp 600 miliar dan US$ 170 juta dari bank sindikasi. Yang sudah terpakai baru Rp 370 miliar," kata Investor Relations Astra International Richard Santosa.
(qom/)











































