Indonesia Realisasikan PLTN Pada 2016/2017
Senin, 11 Sep 2006 12:37 WIB
Jakarta - Untuk memenuhi kebutuhan listrik di masa datang, pemerintah akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Proyek ini rencananya terealisasi pada 2016/2017. Hal tersebut diungkapkan Menteri Riset dan Teknologi, Koesmayanto Kadiman, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di gedung DPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (11/9/2006).Rencana pembangunan PLTN ini sesuai dengan Perpres No 5/2006 tentang kebijakan energi nasional yang menetapkan opsi nuklir masuk sebagai salah satu pilihan energi di Indonesia.Kajian Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyebutkan PLTN pertama kali layak beroperasi di jaringan Jawa, Madura dan Bali, pada tahun 2016/2017. Karena itu, pembangunan fisik PLTN ini paling lambat harus dimulai pada 2010/2011. "Dengan demikian, tender mengenai pembangunan PLTN sudah harus dilakukan pada 2008," kata Koemayanto dalam jawaban tertulisnya di raker tersebut.Saat ini, BATAN sedang melakukan analisa mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dan sosialisasi tentang rencana tersebut. Pembangunan PLTN ini akan mengedepankan peran serta masyarakat, khususnya yang berada di sekitar PLTN.Mengenai sumber daya manusia (SDM), dapat diabil dari alumni berbagai perguruan tinggi di Tanah Air, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Sekolah Tinggi Tenaga Nuklir (STTN). Selain itu, sesuai pasal 17 UU No 10/1997 tentang Ketenaganukliran, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) telah menyiapkan draf peraturan pemerintah (PP) tentang pembangunan PLTN. Draf tersebut sudah dikirimkan ke Presiden SBY."Untuk mengoptimalkan tugas ini, pemerintah sudah bekerja sama dengan negara-negara yang mempunyai reaktor nulkir, antara lain AS, Korsel, Jepang dan Jerman. Kerjasama dititikberatkan dalam hal pengawasan," kata Koesmayanto.
(djo/nrl)











































