Jaminan untuk Crash Program PLN Turun Pekan Ini
Senin, 11 Sep 2006 16:49 WIB
Jakarta - Jaminan pemerintah untuk pelaksanaan program percepatan pengadaan pembangkit listrik 10 ribu Mw bertenaga non-BBM atau crash program diharapkan turun dalam pekan ini. Belum diketahui bentuk jaminan tersebut. "Itu sedang dibicarakan dengan Menkeu. Tapi yang pasti Pemerintah menjamin penuh proyek ini," kata Wapres Jusuf Kalla usai rapat di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (11/9/2006). Kesediaan Pemerintah memberi jaminan penuh, karena memang tidak ada jalan lain untuk penuhi lonjakan kebutuhan listrik masyarakat dan kalangan industri di masa mendatang. Sementara pilihan membangun pembangkit listrik bertenaga batu bara dan gas, adalah efisiensi terkait dengan rencana mengurangi subsidi listrik. "Ini masalah penting untuk menurunkan subsidi listrik. Ada dua hal perlu diperhatikan, yakni bagaimana PLN efisien untuk tidak gunakan BBM ke depan dan konversi BBM ke LPG," tambah Wapres. Secara terpisah Jubir PLN Muljo Adji menambahkan, pihaknya juga membutuhkan dana mengadakan fasilitas pendukung pendistribusian 10 ribu MW listrik itu.Rincian dana yang dibutuhkan adalah untuk pembangunan transmisi pembangkit sebesar Rp 18 triliun, sarana pembangkit listrik (6.900 MW) Rp 6,2 triliun dan jaringan distribusi Rp 20 triliun. "Jadi totalnya kurang lebih Rp 45 triliun. Pemerintah akan back up penuh carikan dana-dana itu," ujarnya.
(qom/qom)











































