Pemerintah Jamin Impor Beras Tidak Akan Rusak Harga Gabah
Selasa, 12 Sep 2006 16:28 WIB
Jakarta -
Beras impor yang dipastikan akan masuk ke pasar Indonesia 1 Oktober mendatang, dipastikan tidak akan merusak harga gabah ditingkat petani. Pada tingkat petani, harga gabah distabilkan dalam kisaran Rp 2.100 hingga Rp 2.200 per kilogram. "Yang penting bagi kita, harga gabah dapat dipertahankan dan kami sudahmemantau harga gabah tidak turun terlalu drastis. Bahkan cukup tinggi 2100 hingga 2200 perkilo secara rata-rata," kata Menteri Pertanian Anton Apriantono.Ia menyampaikan hal itu usai menghadiri peluncuran buku 'Revitalisasi Pertanian dan Dialog Peradaban' di kampus Fisip UI Depok Jawa Barat, Selasa (12 /9/2006). Anton menambahkan, harga gabah dijamin tetap stabil karena beras impor diyakini tidak akan bocor ke daerah surplus beras. "Tidak akan merembes ke daerah surplus. Tahun lalu sudah membuktikan tidak merembes. Jadi tahun sekarang Isya Allah tidak akan terjadi lagi," ujarnya. Beras impor nantinya hanya terkonsentrasi pada gudang Bulog dengan pengawasan di departemen perdagangan. "Beras impor itu hanya masuk ke gudang Bulog. Sementara yang mengawasi dari Departemen Perdagangan," tegasnya. Ia juga menjanjikan subsidi benih bagi petani tahun 2007 guna menggenjot produksi panen. "Tahun depan subsidi benih untuk menggenjot produksi pertanian. Target tahun depan, ekspor lebih besar daripada impor," tandasnya.
(qom/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































