Pemerintah Akan Buka Proteksi Bibit Anak Ayam
Selasa, 12 Sep 2006 17:41 WIB
Jakarta - Pemerintah akan membuka proteksi perdagangan anak ayam umur sehari atau Day Old Chicken (DOC), untuk mengatasi kelangkaan DOC yang terjadi di sejumlah provinsi.Harga DOC yang melambung lebih dari 100 persen, yang bisa mengancam ketersediaan daging ayam, diakui akibat proteksi yang terlalu tinggi terhadap perdagangan DOC.Akibatnya, para peternak kesulitan mendapatkan bibit ayam tersebut. Kalaupun ada, harganya sudah selangit dari harga wajarnya."Ini kan akibat proteksi. DOC diproteksi, akibatnya seperti ini. Nah ini yang kita buka," kata Menteri Pertanian Anton Apriantono.Hal itu disampikan Anton, usai menghadiri peluncuran buku bertajuk Revitalisasi Pertanian dan Dialog Peradaban, di Kampus UI Depok, Jawa Barat, Selasa (12/9/2006).Anton memaparkan, akibat dilakukannya proteksi terhadap DOC, membuat komoditas ini mudah sekali untuk hilang dari pasaran."Begitu ada kelangkaan, harga naik dan berapa pun harga ayam, harga DOC selalu tinggi," tutur Anton.Sebagai solusi jangka pendek pemerintah, ungkap Anton, tengah menyiapkan strategi distribusi yang lebih adil. "Jangka pendek, kita minta distribusi harus adil," tandasnya.Kelangkaan DOC seperti di Kalimantan dan Pulau Jawa telah terjadi sejak awal Januari 2006.Sejak awal Januari 2006 harga bibit ayam terus melonjak dari Rp 2.000 per DOC hingga Agustus menjadi Rp 4.000 per ekor bibit.
(ir/sss)











































