Harga Minyak Terus Merosot
Rabu, 13 Sep 2006 11:28 WIB
Singapura - Harga minyak dunia terus merosot hingga mencapai titik terendahnya setelah International Energy Agency (IEA) menyatakan pertumbuhan konsumsi minyak dunia bakal menurun.Di perdagangan Asia Rabu (13/9/2006), kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman Oktober naik tipis 3 sen ke level US$ 63,79 per barel.Harga minyak pada penutupan perdagangan Selasa 12 September 2006 di New York ditutup pada level US$ 63,76 per barel, setelah sempat merosot ke US$ 63,66 per barel.Level tersebut berarti terendah sejak Maret, atau anjlok hingga 19 persen dibandingkan rekor tertinggi yakni US$ 78,40 per barel yang dicapai 13 Juli lalu.Sementara minyak jenis Brent untuk pengiriman Oktober naik tipis 4 sen ke level US$ 63,03 per barel.Chief Commodities Strategist Mitsui Bussan, Tetsu Emori seperti dikutip dari AFP mengatakan, perhatian pasar kini beralih dari isu geopolitik ke proyeksi permintaan minyak dunia."Pasar minyak berjalan secara bearish karena berita laporan dari IEA," kata analis dari Citigroup Timothy Evans.IEA sebelumnya menyatakan, setelah selama tujuh tahun permintaan minyak dunia tumbuh pesat, kini era tersebut akan berakhir. Pertumbuhan permintaan minyak dunia diprediksi akan melambat mulai tahun 2006.Penurunan konsumsi terutama terjadi di AS dan Meksiko. IEA juga menyebutkan, konsumsi BBM AS akan turun hingga 30 persen dan menyebabkan harga minyak dunia bisa turun 6-18 persen.IEA memprediksi pertumbuhan permintaan minyak hanya sebesar 1,3 persen menjadi 84,7 juta barel per hari (bph). Angka itu berarti revisi dari proyeksi Agustus sebesar 1,4 persen.Permintaan pada tahun 2007 meningkat sebesar 1,8 persen, dibandingkan proyeksi IEA pada bulan lalu sebesar 1,9 persen.
(qom/qom)











































