Proyek Listrik 10 Ribu MW Sulit Dapatkan Donor

Proyek Listrik 10 Ribu MW Sulit Dapatkan Donor

- detikFinance
Rabu, 13 Sep 2006 14:01 WIB
Jakarta - Proyek pembangkit listrik 10 ribu mega watt (MW) yang tengah dikerjakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLM), bakal kesulitan mendapat dana dari negara donor yang telah menerapkan program Clean Development Mechanism (CDM). Proyek ini juga dinilai akan menambah emisi karbon yang mengakibatkan peningkatan efek rumah kaca."Paling tidak proyek ini akan lebih mengandalkan dana dari dalam negeri. Jika melalui negara donor lain tidak akan mudah karena tidak masuk CDM," kata Staf Ahli Menneg Lingkungna Hidup Bidang Teknologi dan Pembangunan Berkelanjutan,Dana A Kartakusuma di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (13/9/2006).Pembangunan pembangkit listrik 10 ribu MW yang berbahan bakar batubara sedikit banyak akan menambah efek rumah kaca. Namun menurut Dana, proyek ini tentunya akan memperhatikan lingkungan dengan melakukan studi Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) terlebih dulu.Dana mencontohkan negara Cina yang paling dominan memakai batubara untuk pembangkit listriknya, saat ini merasakan dampak buruk akibat penggunaan batubara itu. "Kesehatan masyarakat di lokasi pembangkit saat ini sudah mulai menurun karena menghisap emisi batubara," katanya.Dana menjelaskan, yang perlu diperhatikan Indonesia adalah akibat dari pemenuhankebutuhan batubara dari pembangkit tersebut. "Batubara 10 ribu MW itu akan membutuhkan batubara yang sangat banyak. Eksploitasi batubara secara besar-besaran ini-lah yang dikhawatirkan akan merusak lingkungan," katanya.Dana lebih memilih untuk mengembangkan pembangkit listrik geothermal (panasbumi) ketimbang pembangkit batubara. "Pembangkit panas bumi 9 kali lebih baik emisinya ketimbang batubara," ujarnya. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads