G7 Desak Cina Tekan Yuan
Minggu, 17 Sep 2006 12:59 WIB
Jakarta - Kelompok 7 negara maju (G7) mendesak Cina menekan mata uangnya, Yuan. G7 mengkhawatirkan terjadinya perekonomian yang tak imbang jika Cina tak melakukannya.Sementara Amerika Serikat melalui Menteri Keuangan AS Henry Paulson meminta G7 menekan Iran yang dituding sebagai pendukung keuangan gerakan teroris di dunia.Menteri keuangan dan gubernur bank sentral G7 yaang berkumpul di Singapura untuk membicarakan perdagangan bebas dan perubahan terhadap IMF menyatakan, Cina harus diberi peringatan karena bertanggung jawab atas situasi perekonomian dunia saat ini."Dampak volatilitas dan pergerakan kurs yang tak menentu telah mengganggu pertumbuhan ekonomi," kata Paulson seperti dikutip AFP, Minggu (17/9/2006).Dalam pertemuan negara G7 yang beranggotakan Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan AS itu mencatat perekonomian mereka sangat terkait dengan tingkat pertumbuhan ekonomi AS yang saat ini bergerak moderat. Pertumbuhan negara G7 seperti di Eropa dipercepat dan harus bertambah kuat.AS juga mendesak kepada G7 agar menekan perekonomian Iran yang dituding AS telah membiayai gerakan teroris melalui perbankan Iran. Departemen Keuangan AS pada 8 September lalu mengumumkan akan melawan perbankan Iran yang dituding menjadi lalulintas dan pendanaan gerakan teroris.
(mar/asy)











































