Cina Tak Mau Buru-buru Reformasi Yuan

Cina Tak Mau Buru-buru Reformasi Yuan

- detikFinance
Senin, 18 Sep 2006 11:20 WIB
Jakarta - Meski telah didesak oleh tujuh kelompok negara industri (G-7) untuk mengapresiasi nilai tukar Yuan, Cina menolak untuk melakukannya segera."Kami tidak begitu yakin bahwa liberalisasi mata uang begitu pentingnya dengan harus segera melakukan apresiasi renminbi (yuan)," tegas Gubernur Bank Sentral Cina, Zhou Xiaochuan, seperti dikutip AFP, Senin (18/9/2006).Saat ini yuan diperdagangkan dengan nilai yang sangat rendah di bawah sistem mata uang mengambang. Kondisi telah menyebabkan aliran investasi asing yang luar biasa terhadap produk Cina dan membuat negara lain seperti AS mengalami defisit.Namun kondisi tersebut, menurut Zhou, telah dialihkan dengan keluarnya investasi dari Cina.Negara G-7 pertama kali meminta Cina melakukan reformasi mata uangnya pada Juli tahun lalu.Beijing juga telah memberikan sinyal untuk merevaluasi lagi nilai yuan sebesar 2,1 persen.Namun Sekretaris Departemen Keuangan AS Henry Paulson menegaskan, Cina perlu melonggarkan lagi nilai mata uangnya lebih fleksibel dari rencana 2,1 persen.Apresiasi yuan yang lebih besar diperkirakan akan sangat membantu mengatasi defisit perdagangan AS dan ketidakseimbangan ekonomi global.Meski belum akan melakukan revaluasi yuan besar-besaran, Zhou memastikan Cina akan melakukan reformasi mata uangnya secara bertahap dengan memperhatikan perubahan terhadap sistem keuangannya."Kebijakan Cina sangat jelas bahwa kami akan melakukan perubahan ke depan secara bertahap dan lebih fleksibel terhadap mata uangnya," tutur Zhou.Kelompok G-7 dalam pertemuannya di Singapura Sabtu pekan lalu 16 September 2006, mendesak Cina mereformasi mata uangnya. G-7 mengkhawatirkan terjadinya perekonomian yang tak imbang jika Cina tak segera melakukannya.Dalam pertemuan negara G-7 yang beranggotakan Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan AS itu mencatat perekonomian mereka sangat terkait dengan tingkat pertumbuhan ekonomi AS yang saat ini bergerak lambat. (ir/sss)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads