Industri Properti 2007 Diprediksi Tumbuh Lebih dari 5%
Senin, 18 Sep 2006 13:37 WIB
Jakarta - Lesunya pasar properti tahun ini akibat tingginya suku bunga bakal segera berakhir.Pelaku industri properti bersiap menyambut menggeliatnya kembali industri ini pada tahun 2007 yang diprediksi tumbuh lebih dari 5 persen.Penurunan suku bunga yang telah dilakukan BI sejak Juli lalu diperkirakan baru akan berimbas pada sektor properti tahun depan.Industri properti diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibanding tahun ini yang hanya 4-5 persen akibat tingginya suku bunga."Time lag penurunan suku bunga ke sektor properti biasanya sekitar 3-4 bulan sehingga baru terefleksi penuh 2007. Untuk tahun ini imbasnya masih kecil sekali," kata Direktur PT Bumi Serpong Damai (BSD), Ignesjz Kemalawarta di sela acara penerbitan obligasi II BSD, di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Senin (18/9/2006).Ignesjz mengakui suku bunga memiliki dampak yang signifikan terhadap pasar properti.Maka itu pelaku industri berharap, penurunan BI rate bisa mencapai single digit tahun depan, yang diikui juga oleh penurunan bunga kredit pemilikan rumah (KPR).Penurunan suku bunga KPR diharapkan mencapai 11 persen sama seperti tahun 2004 dan 2005."Tahun 2004-2005 dengan KPR 11 persen, kondisinya bullish. Penurunan suku bunga akan membantu kebutuhan orang memiliki rumah," ujar Ignesjz.Saat kondisi suku bunga tinggi, menurut Ignesjz, banyak pengembang yang melakukan subsidi KPR. Termasuk BSD yang mendorong pertumbuhan penjualannya dengan melakukan inovasi baru.
(ir/sss)











































