Boiler PLTA Ombilin Rusak
Kegelapan di Riau Bertambah Lama
Senin, 18 Sep 2006 15:15 WIB
Pekanbaru - Sudah sepekan ini mesin boiler PLTA Ombilin Sumatera Barat (Sumbar) rusak. Akibatnya, PLN Wilayah Riau terpaksa melakukan pemadaman selama 6 jam setiap hari. Durasi pemadaman itu berarti bertambah dari kondisi 'normal' yang hanya 4 jam!Hal tersebut disampaikan Manajer Teknik PLN Wilayah Riau, Togar Sidjabat saat dihubungi detikcom, Senin (18/9/2006) di Pekanbaru. "Kami mohon maaf kepada masyarakat Riau atas penambahan durasi pemadaman bergilir ini. Kondisi seperti ini tidak bisa terelakan, karena rusaknya mesin boiler di PLTA Ombilin," kata Tagor. Tagor menjelaskan, sebelum rusaknya mesin boiler di PLTA Ombilin, durasi pemadaman untuk wilayah Riau hanya berjalana selama 4 jam. Masing-masing titik dilakukan pemadaman bergilir selama 2 jam. "Namun dengan rusaknya boiler di PLTA Ombilin, durasi pemadaman bertambah menjadi enam jam per hari. Dimana untuk satu titik pemadaman dari dua jam bertambah menjadi 3 jam," kata Tagor. Rusakan mesin boiler PLTA Ombilin, lanjut Tagor, mengakibatkan pasokan daya listrik Riau berkurang 70 MW. Selama ini Riau memang masih menggantungkan subsidi daya listrik dari PLTA di Sumbar. PLTA itu semakin tidak maksimal karena waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar Riau, yang diharapkan bisa menyuplai kekurangan daya ternyata juga tidak bisa menghasilkan daya maksimal. Waduk yang semestinya menghasilkan daya 116 MW, kini hanya mampu menghasilkan daya 80 MW. Hal itu dimungkinkan, karena air waduk sangat terbatas di musim kemarau ini. "Dengan air waduk yang sangat terbatas, saat ini PLTA Koto Panjang hanya bisa menghasilkan daya 80 MW. Salah satu cara untuk bisa meningkatkan daya listrik di PLTA Koto Panjang, tidak lain kita berharap datangnya hujan," jelas Tagor.
(qom/qom)











































