Perusahaan Otomotif AS dan Prancis Siap Masuk Indonesia
Senin, 18 Sep 2006 18:53 WIB
Jakarta - Dua perusahaan otomotif asal Amerika Serikat (AS) dan Prancis bakal masuk ke Indonesia. Mereka akan membangun pabrik otomotif dengan kapasitas produksi 90-150 ribu unit dan investasi US$ 800 juta hingga US$ 1,4 miliar.Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Koordinasi Pasar Modal (BKPM) M Luthfi usai RDP dengan Komisi VI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/9/2006). Namun sayangnya Luthfi enggan menyebutkan nama perusahaan-perusahaan tersebut. Demikian pula pejabat BKPM memilih bungkam.Luthfi juga menyatakan, dengan keluarnya PP No 148 tahun 2006 tentang pemberian insentif fiskal sebesar 30 persen terutama untuk industri otomotif, Indonesia dinilai lebih kompetitif dibanding negara lain seperti Thailand yang juga memberikan insentif yang sama."Jika dihitung dengan Thailand yang memberikan US$ 248 juta untuk tax incentive dalam waktu 8 tahun, kita itu US$ 360 juta dalam enam tahun. Jadi sebenarnya kompetisi kita lebih menarik," katanya.Dijelaskan, angka insentif pajak itu didasarkan atas total investasi untuk industri otomotis yang sebesar US$ 1,2 miliar dengan dimasukkan insentif pajak sebesar 30 persen. Luthfi menambahkan, PP tersebut masih digarap dan diharapkan keluar pada Januari 2007. "Sekarang ini sudah dipikirkan konsep matangnya dari Menkeu untuk dilanjutkan ke Seskab untuk dikeluarkan PP-nya," kata Luthfi.
(qom/san)











































