Jalur KA Manggarai-Cengkareng Butuh Rp 700 Miliar
Senin, 18 Sep 2006 19:00 WIB
Jakarta -
Pembangunan jalur kereta api Manggarai-Bandara Sukarno Hatta, diperkirakan menelan dana sebesar Rp 700 miliar. Pembiayaan proyek komersial yang ditargetkan selesai dalam dua tahun ini akan secara business to business (b to b) murni. "Pemerintah hanya sebagai fasilitator. Pemerintah tidak akan turunkan dana APBN untuk proyek komersial," kata Menhub Hatta Rajasa, di Kantor Warpes, Jakarta, Senin (16/9/2006). Hal itu merupakan hasil rapat terbatas mengenai persiapan pembangunan akses kereta api dari Stasiun Manggarai ke Bandara Sukarno-Hatta, Cengkareng. Rapat juga diikuti Dirut PT KA Roni Wahyudi dan pihak Angkasa Pura II. Rute akses KA mulai Stasiun Manggarai ke Bandara Sukarno-Hatta, akan melalui Dukuh Atas, Tanah Abang, Duri, Grogol, Pesing dan Kali Deres. Total panjang rel mencapai 30 km "Rel kita bangun double track, sehingga jarak tempuh cuma 20 menit. Bandingkan dengan mobil yang bisa dua jam," sambung Menhub. Proyek tersebut akan dikerjakan perusahaan baru konsorsium antara PT KA dan Angkasa Pura II dengan persentase sharing sebesar 60:40. Setelah terbentuk, perusahaan baru itu diwajibkan membuat rencana skema pembiayaannya, detail teknis/administrasi dan investor baru yang akan diajak bergabung. Menhub yakin tidak sulit bagi konsorsium itu nanti untuk mendapatkan investor. Pasar bagi pengguna jalur KA tersebut sangat besar. Yakni 30 persen dari total jumlah penumpang datang dan pergi di bandara Sukarno Hatta, atau sedikitnya 10 juta orang per tahun. Dirut PT KA Roni Wahyudi menegaskan, pihaknya mampu menyediakan modal. Meski diakui perusahaan yang dipimpinnya ini selalu mengalami kerugian cukup besar hampir setiap tahun. "Tahun lalu kami rugi Rp 53 miliar. Tapi untuk sediakan Rp 100-200 miliar, tidak sulit bagi kami," ujarnya optimistis.
(qom/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































