RI Minta Bank Dunia Terbuka Soal Korupsi Proyek
Selasa, 19 Sep 2006 10:28 WIB
Singapura - Pemerintah Indonesia minta Bank Dunia lebih terbuka ketika memaparkan adanya dugaan korupsi dalam proyek-proyek yang dibiayainya. Demikian pula ketika menginvestigasi kasus korupsi.Permintaan tersebut disampaikan oleh Menkeu Sri Mulyani dalam Joint Annual Meeting Bank Dunia dan IMF yang berlangsung di Singapura, Selasa (19/9/2006)."Jika Bank Dunia menginginkan kami terbuka mengenai korupsi, Bank Dunia harus lebih terbuka lagi mengenai proses investigasi korupsi dalam proyek. Ketika korupsi ditemukan dalam proyek Bank Dunia, mari kita gunakan kesempatan ini untuk memperbaiki sistem yang memperkenankan korupsi terjadi," ujar Sri Mulyani.Bank Dunia dan lembaga pemerintah, lanjut Sri Mulyani, harus bekerja sama dalam memberikan informasi mengenai korupsi dari waktu ke waktu."Kita juga perlu kerja sama dalam penelusuran aset dan pemulihan aset. Dan kita juga perlu untuk mengirimkan sinyal kepada para investor bahwa suap hanya akan memberikan sedikit keuntungan dan risiko yang serius," tegas Sri Mulyani.Saran kedua, Menkeu meminta lembaga keuangan internasional tersebut memberikan dukungan keuangan pada saat pemerintah memang sedang membutuhkan bantuan."Bantuan keuangan bisa memberikan perbedaan, tetapi hanya bila pada saat yang tepat. Bank Dunia harus tetap berhubungan secara finansial dengan negara-negara untuk membuat perbedaan, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun," ujarnya.Ketiga, Menkeu menyarankan Bank Dunia dan IMF mendukung rencana pembangunan pemerintah Indonesia.Terakhir, pemerintah meminta Bank Dunia dan IMF memberikan tenaga ahli di bidang manajemen finansial publik, public procurement, reformasi pelayanan publik dan tenaga ahli anti korupsi yang siap bekerja di lapangan.
(qom/)











































